Fasum Dekat Lokasi NYIA Rampung Dibangun

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 05 Oct 2018 10:19 WIB
bandara
Fasum Dekat Lokasi NYIA Rampung Dibangun
Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo saat memantau fasilitas kesehatan baru di dekat lokasi pembangunan NYIA. Medcom.id-Ahmad Mustaqim Attachments area

Kulon Progo: Salah satu fasilitas umum di dekat lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Puskesmas, telah selesai dibangun. Puskesmas Temon 2 menjadi salah satu fasum terdampak proyek NYIA yang dibuatkan gedung baru. 

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengatakan pembangunan Puskesmas Temon 2 memerlukan waktu tak lama. Ia mengatakan Puskesmas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan warga di Kecamatan Temon. 

"Saya mengapresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berdirinya puskesmas Temon 2 ini, termasuk mitra kerja pembangunan," kata Hasto di Kulon Progo, Jumat, 5 Oktober 2018. 

Hasto mengatakan keberadaan Puskesmas 2 Temon tersebut salah satunya untuk pembangunan kesehatan, menumbuhkan kesadaran, dan kemauan untuk sehat warga. Ia berharap setiap pelayanan yang dikerjakan tenaga medis bisa maksimal. 

"Apalagi ini dekat International Airport. Pelayanannya harus baik. Puskesmas ini sudah mendapat akreditasi utama," ucapnya. 

Hasto menyatakan Puskesmas memang memiliki fungsi beda dengan rumah sakit. Puskesmas, kata dia, harus bisa melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap warga yang mengalami penyakit tertentu. 

"Bidan-bidan desa harus aktif melakukan pencegahan untuk mencegah kematian ibu dan kematian bayi. Jangan sampai seorang pun hamil tak ketahuan. Kalau hamil langsung memberi tahu bidan terdekat," katanya. 

Ia menambahkan, pihaknya juga bisa memantau kondisi ibu hamil lewat program 'bumilku'. Setiap kondisi ibu hamil di Kulon Progo bisa terpantau. 

"Termasuk kehamilan yang tidak kehendaki juga bisa diketahui apabila dilaporkan. Puskesmas Temon ini juga jadi rujukan warga dari kecamatan lain. Petugas harus tak hanya memakai logika, tapi juga mengedepankan empati dalam mengobati pasien," ungkapnya. 


(ALB)