Ratusan Granat Terpendam di Area Sawah di Tegal

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 18 Mar 2017 11:03 WIB
penemuan granat
Ratusan Granat Terpendam di Area Sawah di Tegal
Proses Evakuasi granat temuan warga oleh personel Gegana dari Brimob Datasemen B Pelopor Pekalongan, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Warga Kelurahan Slawi Wetan, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dihebohkan dengan penemuan puluhan granat aktif di areal pesawahan wilayah setempat. Diduga jumlah granat yang masih tertimbun mencapai ratusan.

‎Lokasi penemuan berada area pesawahan tak jauh dari Markas Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 4/TK. Penemuan berawal saat seorang buruh tani, Tomi, 21, tengah mengolah tanah untuk ditanami bawang merah menggunakan garpu pada Kamis, 16 Maret 2017, sekitar pukul 10.00 WIB. Warga Desa Krasak, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes itu kaget ketika ujung garpu menyentuh benda keras.
 
"Waktu membentur benda keras, kirain batu. Saat diangkat ternyata granat. Pertama ditemukan Kamis tapi baru sekitar jam tiga sore kemarin dilaporkan ke asrama (Markas Batalyon Zipur), dan polisi," kata Tomi kepada Metrotvnews.com, Sabtu, 18 Maret 2017.
 
Saat digali pertama kali oleh Tomi dan warga lain sesama buruh tani, terdapat lima granat yang ditemukan.‎ Penggalian yang kembali dilakukan kemarin sore menemukan kembali puluhan granat. Seluruhnya merupakan granat jenis nanas yang diduga masih aktif. Kondisi granat sudah berkarat dan dipenuhi tanah.
 
"Ada 76 buah yang ditemukan. Semuanya ditemukan ngumpul di satu tempat. Kayaknya juga masih ada yang masih di dalam tanah," ujar Tomi.
 
‎Penemuan tersebut dengan cepat menyebar sehingga membuat ratusan warga berdatangan. Mereka memadati lokasi penemuan karena penasaran ingin melihat kondisi granat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena diduga masih banyak granat yang tertimbun dengan kondisi aktif, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi.
 
‎Sekitar pukul 21.00 WIB, personel Gegana dari Brimob Datasemen B Pelopor Pekalongan yang dipanggil untuk mengevakuasi granat  tiba di lokasi penemuan dan langsung melakukan evakuasi puluhan granat yang sudah diangkat dari dalam tanah. 
 

Proses Evakuasi granat temuan warga oleh personel Gegana dari Brimob Datasemen B Pelopor Pekalongan, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo mengatakan, Gegana didatangkan setelah pihaknya berkoordinasi dengan TNI karena lokasi penemuan masih berada di wilayah Markas Batalyon Zipur 4/TK.  
 
"Karena ini di wilayah militer kita koordinasi dengan Kodim dan Kodam. Kami juga langsung koordinasi dengan Gegana Brimob untuk mengamankan granatnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
 
Menurut Bambang, granat yang sudah diangkat akan dibawa oleh personel Gegana untuk diledakkan di lokasi yang aman. "Tidak menutup kemungkinan besok akan dilakukan lagi penggalian karena diduga masih ada ratusan yang masih tertimbun," imbuhnya.
 
‎Komandan Peleton Batalyon Zipur 4/TK Letda CZI Pascal Amrullah mengatakan, dari pengecekan yang sudah dilakukan sebelum personel Gegana datang, kondisi granat masih aktif. "Kondisinya masih utuh dan aktif. Jadi kemungkinan masih bisa meledak," katanya kemarin.
 
Amrullah memperkirakan granat sudah tertimbun selama puluhan tahun. Sebab lokasi penemuan pernah digunakan sebagai asrama anggota Batalyon Zipur. "Kemungkinan peninggalan dulu saat masih jadi asrama. Baru kali ini ada penemuan. Petani yang menemukan mengatakan masih banyak," ujarnya.


(ALB)