Beras Bantuan Pemerintah Berbau dan Penuh Kutu

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 03 Nov 2016 20:29 WIB
beras
Beras Bantuan Pemerintah Berbau dan Penuh Kutu
Ilustrasi. Foto: MI/Benny Bastiandi

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Warga Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapati beras bantuan pemerintah yang disebut raskin, mengandung kutu. Selain mengandung kutu, beras yang kini disebut beras sejahtera tersebut diketahui berbau.

Kepala Desa Pundungsari, Ikhwan Mulyana mengatakan isi beras yang tak layak konsumsi itu diketahui setelah ada pembagian ke sejumlah warga. Beruntung, beras belum terdistribusi semua, hal itu sudah diketahui.

Menurut Ikhwan, beras berkutu dan berbau tersebut telah dicurigai saat pengiriman. "Setelah diketahui, beras langsung dikembalikan ke Bulog," kata Ikhwan melalui sambungan telepon, Kamis (3/11/2016).

Ia menyebut desanya memperoleh 223 karung beras sejahtera itu. Masing-masing karung memiliki ukuran 15 kilogram. Menurutnya, keseluruhan beras yang diterima langsung dikembalikan tak lama setelah mengetahui sebagian isinya terdapat kutu dan berbau. "Kemarin malam sudah dikembalikan semua," ucapnya. 

Informasi lain menyebutkan hal serupa juga terjadi di sejumlah desa. Bahkan ada sebagian beras yang telanjur dibagikan dan tak bisa dikembalikan. Informasi itu sempat beredar di sosial media.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Bambang Sukemi, mengaku belum memperoleh ihwal kabar itu. Ia mengimbau bagi perangkat desa agar lebih selektif saat menerima beras bantuan. "Kalau kualitasnya buruk tidak usah diterima," kata dia.


(UWA)