Polres Jepara Antisipasi Provokasi dari Sosmed selama Pilkada

Rhobi Shani    •    Rabu, 21 Sep 2016 11:02 WIB
pilkada
Polres Jepara Antisipasi Provokasi dari Sosmed selama Pilkada
Kotak suara pilkada, Ant - Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Jepara: Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, bakal menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017. Meski tak termasuk daerah rawan, Polres Jepara tetap menyiapkan anggotanya mengamankan Pilkada.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan bukan berarti konflik tak berpotensi terjadi. Salah satu alasannya jangkauan media informasi dan komunikasi cukup luas.

“Terutama media sosial di internet. Maka kami imbau masyarakat untuk tidak mengunggah konten-konten yang berbau provokatif,” ujar Samsu di Mapolres Jepara, Rabu (21/9/2016).

Kapolres mengatakan telah menggelar simulasi pengamanan. Ia juga menyiapkan anggota untuk mengawal tes medis para calon sebagai syarat mengikuti Pilkada.

Kapolres bercermin pada pesta demokrasi Pemilu 1999 yang terjadi di Jepara. Kerusuhan antarpendukung partai terjadi di Desa Dongos. Satu nyawa melayang. Belasan orang terluka.

Pada Pilkada 2017, sengketa pun mewarnai pilkada. Pasangan Aris Munandar-Nur Yahman menggugat kemenangan Ahmad Marzuqi-Subroto.

Ahmad Marzuqi kembali mencalonkan diri dalam Pilkada 2017. Ia akan berhadapan dengan Subroto yang juga mengikuti Pilkada.

Marzuqi berpasangan dengan Dian Kritiandi. Pasangan itu mendapat dukungan dari PDI Perjuangan.

Sementara lawannya, Subroto berpasangan dengan Nur Yahman. Keduanya mendapat dukungan dari koalisi Golkar, NasDem, PKB, PAN, Hanura, PKS, dan Gerindra.


(RRN)