Warga Lingkungan Tol Trans Jawa di Tegal Gugat Pemerintah

Kuntoro Tayubi    •    Minggu, 02 Oct 2016 16:39 WIB
tol
Warga Lingkungan Tol Trans Jawa di Tegal Gugat Pemerintah
Rumah mewah bertingkat di tengah proyek Jalan Tol Trans Jawa di Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Samawi, 40, warga Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menggugat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pelaksana proyek Jalan Tol Trans Jawa Pejagan-Pemalang.

Gugatan yang dilakukan pengusaha nasi warteg ini lantaran ganti rugi tanah dan rumahnya yang berada di tengah proyek jalan tol tak kunjung sepakat. Sementara rumah warga lainnya di desa tersebut, sudah rata dengan tanah.

"Tanah dan bangunan milik Samawi memang belum dibebaskan karena harganya belum sepakat. Dia juga sudah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Slawi, Kabupaten Tegal," ‎kata Ketua Satgas B Pelaksana Pengadaan Tanah Jalan Tol, Pejagan-Pemalang, Makmuri, Minggu (2/10/2016).

Gugatan diajukan ke PN Slawi pada pertengahan September lalu. Selain Kementerian PUPR, pihak yang digugat yakni pelaksana pengadaan tanah. Sampai saat ini, kata Makmuri, proses di pengadilan masih berjalan.

"Sudah dua kali sidang. Karena sudah diajukan, ya, kami hadapi saja. Nanti pengadilan yang memutuskan," cetusnya.

Menurut Makmuri, sesuai UU 2/2015, pemilik tanah memang berhak mengajukan gugatan ke pengadilan jika keberatan dengan nilai ganti rugi yang ditetapkan tim apraisal.

"Pemilik tanah menginginkan ganti rugi tanah dan bangunan total lebih dari Rp2,5 miliar. Lebih tinggi dari taksiran tim apraisal," ujarnya.

Makmuri mengatakan, seluruh bidang tanah terdampak proyek jalan tol Pejagan-Pemalang di Kecamatan Dukuhturi sudah dibebaskan dan dibayarkan ganti ruginya. Di kecamatan tersebut, tanah yang harus dibebaskan ada di tiga desa, yaitu Sidakaton, Ketanggungan, dan Kupu.

"Semua sudah dibayar, tinggal milik Samawi yang belum," ujarnya.

Sementara, saat rumah Samawi didatangi sejumlah awak media, kondisinya terlihat kosong. Menurut sejumlah warga setempat, Samawi lebih sering berada di Jakarta.

"Rumah itu memang satu-satunya yang belum dibebaskan. Katanya karena belum sepakat harganya," kata salah seorang warga ‎setempat yang enggan disebutkan namanya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah tampak berdiri megah di tengah proyek jalan Tol Trans Jawa seksi III dan IV Pejagan-Pemalang. Rumah yang diketahui milik pengusaha warteg itu berada di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.

Pemilik rumah, Samawi, 40, enggan melepaskan rumahnya karena harga yang ditawarkan oleh pihak panitia pembebasan tanah jalan tol, masih terlalu rendah.

"Panitia menyanggupi bayar ganti rugi cuma Rp1,5 miliar. Tapi anak saya (Samawi), mintanya Rp2 miliar," tutur Tarmidi,70, ayah dari Samawi.


(SAN)