Relawan Bantu Kubur Ternak Terdampak Bencana di Gunungkidul

Patricia Vicka    •    Senin, 04 Dec 2017 18:43 WIB
banjirbencana banjir
Relawan Bantu Kubur Ternak Terdampak Bencana di Gunungkidul
Bangkai ternak di Gunung Kidul. Foto: Istimewa

Yogyakarta: Relawan membantu warga terdampak bencana di Gunungkidul dengan membersihkan lingkungan dari bangkai ternak. Para relawan mengumpulkan bangkai-bangkai ternak yang tercecer untuk dikuburkan.

Belasan relawan yang terjun ini adalah perwakilan dari dosen dan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Mereka dikirim ke Desa Pacarejo Semanu dan Gari Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

"Relawan dikirim sejak kemarin. Di sana para relawan melakukan tindakan darurat berupa penguburan ternak mati agar tidak menjadi sumber tumbuh dan berkembangnya bibit penyakit," ujar dosen dan mahasiswa melalui keterangan pers di Yogyakarta, Senin, 4 Desember 2017.

Selama dua hari dengan berbekal masker dan sarungtangan, para relawan mencari bangkai ternak diantara semak-semak, sungai dan kebun warga. Bangkai ternak yang paling banyak dikumpulkan adalah ayam dan unggas seperti bebek, itik, entok dan burung.

Sebelum dikubur, bangkai terlebih dahulu ditaburi kapur dan disemprot desinfektan. "Ini untuk mengurangi resiko penyakit menular karena bangkai itu sudah pada rusak," jelas Suwignyo.

Relawan sempat menemui kendala, di antaranya akses ke lokasi terdampak yang sulit dicapai. Selain itu, beberapa lokasi bencana yang masih terendam air dengan ketinggian 1-2 meter. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu, menyebut jumlah ternak yang mati dan hanyut di dua desa tersebut mencapai 16.720 ekor. Selain itu terdapat 336,8 hektar areal hijauan pakan ternak yang rusak akibat tersapu air.


 


(SUR)