Penutupan Perlintasan Sebidang untuk Keselamatan Warga

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 31 Oct 2017 13:28 WIB
jalur kereta api
Penutupan Perlintasan Sebidang untuk Keselamatan Warga
Seorang pesepeda melintas di perlintasan sebidang usai penutupan. Pesepeda tersebut melintas usai mengangkat sepeda menyeberangi pagar. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Penutupan jalan raya yang melintasi jalur kereta api di bawah jembatan layang Janti Yogyakarta masih menimbulkan protes. Namun, pihak PT KAI menilai penutupan perlintasan sebidang demi keselamatan warga.

Humas PT KAI Daerah Operasi VI, Eko Budianto mengatakan penutupan dilakukan mulai pukul 24.00 WIB pada Senin, 30 Oktober 2017. Penutupan perlintasan sebidang dihadiri perwakilan Dirjen Perkeretaapian, Deputi Daop VI, Dinas Perhubungan, dan Humas Daop VI.

Menurut Eko, penutupan yang dilakukan Kementerian Perhubungan itu merujuk pada UU Nomor 23 Tahun 2007 tenteng Perkeretaapian. "Kenapa (perlintasan sebidang) ditutup, karena sudah ada flyover atau jembatan layang," kata Eko saat ditemui Metrotvnews.com di ruang kerjanya pada Selasa, 31 Oktober 2017.

(Baca: Semua Perlintasan Sebidang Jalur Jakarta-Surabaya Hendak Ditutup)

Keberadaan jembatan layang bertujuan agar perlintasan kereta api tidak terganggu. Menurutnya, jalur rel kereta api memang harus bebas aktivitas,.

"Sebelum penutupan ini ada kami lakukan sosialisasi. Sosialisasi kami lakukan dengan mengundang warga sekitar," ujarnya.

Eko memperkirakan, penutupan perlintasan sebidang itu tidak dilakukan sementara, meskipun sebuah spanduk di sekitar perlintasan sebidang tertulis "dilakukan penutupan sementara".

(Baca: 500 Perlintasan Kereta Sebidang Ditargetkan Selesai Dalam 3 Tahun)

"Ditutup tidak sementara, kalau bisa selamanya. Nanti akan ada evaluasi yang melakukan Dinas Perhubungan atau Kementerian Perhubungan. Kereta api hanya operatornya," ungkapnya.

Sebelumnya, penutupan jalan yang melintasi rel kereta api di bawah jembatan Janti mengundang protes. Sebagian warga masih menyatakan penolakan karena mengganggu aktivitas warga hingga berdampak pada perekonomian.

(Baca: Penutupan Perlintasan Sebidang Dianggap Hambat Perekonomian)
 


(SUR)