Lebih 1.000 Ruang Kelas SD di Pekalongan Rusak

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 25 Oct 2017 17:25 WIB
bangunan
Lebih 1.000 Ruang Kelas SD di Pekalongan Rusak
Kerusakan kelas di SDN Windurojo 3, Kecamatan Kesesi, Pekalongan, Jateng, Rabu 25 Oktober 2017, MTVN - Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pekalongan: Ribuan ruang kelas Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengalami kerusakan. Pemkab Pekalongan menyediakan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk memperbaiki kerusakan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pekalongan Soemarsono mengatakan kerusakan terjadi pada 1.205 ruang kelas SD dan SMP. Penyebabnya sebagian besar karena faktor alam.

"Beberapa kerusakan akibat usia bangunan. Faktor lain yaitu bencana alam," kata Soemarsono di ruang kerjanya, Rabu 25 Oktober 2017.

Di wilayah utara, banjir rob merendam beberapa bangunan, termasuk sekolah. Sedangkan di wilayah selatan, tanah bergerak mengakibatkan keretakan pada dinding bangunan.

Pekalongan, lanjut Soemarsono, memiliki 520 SD negeri maupun swasta. Total ruang kelas mencapai 3.154 ruang. Sementara kerusakan terjadi pada 1.111 ruang atau kurang dari 40 persen kelas.

Sedangkan SMP di Pekalongan mencapai 82 bangunan negeri dan swasta. Ruang yang rusak terdiri dari 94 kelas.

“Yang paling parah kerusakannya di wilayah Wonokerto dan Tirto, karena terendam banjir rob,” tambahnya.

Menurut Soemarsono, kerusakan ruang kelas mendapatkan penanganan dari pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Kabupaten Pekalongan.

“Total anggaran untuk rehabilitasi berasal dari DAK sebesar Rp15 miliar. Untuk Sekolah Dasar, sebesar Rp12 miliar, sedangkan Sekolah Menengah Pertama sebesar Rp 3 miliar,” papar Soemarsono.

Namun, kata Soemarsono, perbaikan sekolah-sekolah yang rusak tersebut terkendala oleh Termin DAK tahap 3. Sebab DAK belum cair.

“Padahal, pengajuan sudah kami berikan pada akhir bulan September kemarin. Ya, beberapa sekolah ada yang terpaksa menghentikan perbaikan dulu sambil menunggu pencairan tahap 3,” pungkasnya.


(RRN)