2.335 KK di Bantul Berada di Zona Rawan Bencana

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 09 Oct 2017 20:34 WIB
longsor
2.335 KK di Bantul Berada di Zona Rawan Bencana
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Bantul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan ada sebanyak 2.335 kepala keluarga (KK) tinggal di zona rawan bencana. Zona rawan itu baik rawan bencana tanah longsor maupun banjir. 

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, pihaknya telah mulai melakukan antisipasi sebelum musim hujan benar-benar datang. Ia mengatakan sudah melakukan peta kajian risiko bencana. 

"Bencana yang bisa terjadi di Bantul mulai dari banjir, longsor, angin kencang, dan sejumlah bencana lain," ujar Dwi kepada Metrotvnews.com pada Senin 9 Oktober 2017. 

Dwi menyebut setidaknya ada tujuh kecamatan di Bantul yang berpotensi terjadi longsor. Tujuh kecamatan itu diantaranya Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri, Pundong, Pajangan, dan Sedayu. Sebagian wilayah tersebut berada di kawasan pegunungan. 

"Berdasarkan kajian kami, daerah-daerah di zona merah bencana itu padat penduduk. Ada setidaknya 2.355 KK berpotensi terkena ancaman bencana," katanya. 

Selain longsor, beberapa kecamatan juga terancam banjir. Banjir biasanya berasal dari kiriman dari wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta. Banjir tersebut berpotensi terjadi di aliran sungai Winongo, Code, Bedog, dan Gajahwong. Sementara, daerah yang dilintasi sungai-sungai itu yakni Kecamatan Piyungan, Pleret, Sewon, Kasihan, Pajangan, dan Pandak.  

Dwi mengutarakan BPBD bersama relawan, forum penanggulangan bencana desa, dan lembaga lain juga sudah melakukan pemantauan di daerah zona merah bencana. "Apakah ada tanah-tanah rekahan yang dimungkinkah jadi pemuci tanah longsor, ini yang kita antisipasi," katanya. 

Selain itu, Dwi menambahkan, juga melakukan sosialisasi di daerah yang rawan bencana. Menurut dia, jika sudah tahu risikonya masyarakat bisa lakukan antisipasi mandiri. 

"Kita juga punya pos siaga darurat sejak 4 Oktober 2017. Pos induk ada di BPBD Bantul. 10 pos lain ada di daerah rawan bencana longsor dan banjir. Kami bergantian berjaga di pos bersama relawan. Minimal kita bisa mengurangi korban akibat bencana," jelasnya. 



(ALB)