Polres Pekalongan Kembalikan Empat Narapidana ke Lapas

Kuntoro Tayubi    •    Minggu, 31 Dec 2017 09:56 WIB
tahanan kabur
Polres Pekalongan Kembalikan Empat Narapidana ke Lapas
Empat Napi diserahkan kembali dari Kepolisian ke Lapas Kelas IIA Pekalongan, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id /Kuntoro Tayubi

Pekalongan: Polres Pekalongan Kota, Jawa Tengah, menyerahkan narapidana yang kabur pada Jumat, 29 Desember 2017, ke Lapas Kelas IIA Pekalongan. Kepolisian baru menangkap empat narapidana yang berhasil ditangkap, sementara dua narapidana lainnya masih dalam pengejaran.
 
"Setelah ada permintaan dari Lapas, keempat narapidana yang sudah kami tangkap ini, kami serahkan kembali ke Lapas untuk diproses lebih lanjut,” ujar Wakapolres Pekalongan Kota Kompol Saprodin di Mapolres Pekalongan Kota, Sabtu, 30 Desember 2017.

Personel polisi ditempatkan di sekitar lokasi tempat pelarian untuk memburu dua narapidana yang masih dalam pelarian. Petugas yang dikerahkan tidak sebanyak tim pencarian sejak Jumat.

"Karena kami juga masih konsentrasi untuk pengamanan tahun baru,” tambahnya.

(Baca: 7 Napi Lapas Pekalongan Kabur)

Saprodin mengimbau kepada warga masyarakat maupun pihak keluarga dari kedua narapidana agar dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian atau Lapas. Jika mengetahui keberadaan kedua narapidana tersebut untuk segera melaporkan ke polisi.

“Karena menyembunyikan (narapidana) itu kejahatan, bisa dikenai pasal tersendiri,” jelasnya.

Sebanyak tujuh narapidana kabur pada Jumat lalu. Empat narapidana berhasil ditangkap, satu narapidana menyerahkan diri dan dua narapidana masih dalam pengejaran.

Adapun daftar nama-nama tujuh narapidana tersebut antara lain adalah:
Narapidana yang menyerahkan diri atas nama Edi Gunawan Als Asiung Bin Aun (alm), Cilacap 01 Maret 1977, Islam, Jl. C No. 74 Rt. 011 / 10 Teluk Gong Jakarta Utara, Tindak pidana Narkotika atau pasal 114 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009, Sisa pidana 4 tahun 9 bulan 6 hari.

Ditangkap oleh anggota Polres:
1) Sony Willyam alias Jangkiz Bin Romeo Mawakere, 28 November 1994, tindak pidana narkotika pasal 111 ayat 1 UU nomor 35 Tahun 2009, sisa pidana 2 tahun 1 bulan 7 hari.

2) Samsudin alias Abang Bin Nurdin, 29 Pebruari 1972, tindak pidana narkotika Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009, sisa pidana 9 tahun 6 bulan 27 hari.

3) Fahrial Daulay Bin Aulia Daulay, 25 Desember 1979, tindak pidana narkotika pasal 114 ayat 1 UU nomor 35 Tahun 2009, sisa pidana 3 tahun 6 bulan 24 hari.

4) Salamudin alias Agam Bin M. Mahdan, 12 Juli 1972, tindak pidana narkotika pasal 115 ayat 1 UU nomor 35 Tahun 2009, pidana seumur hidup.

Masih dalam pengejaran petugas :
1) Firman Ramang Putra Bin Mudatsir, 20 Juli 1988, tindak pidana narkotika pasala 114 (2) UU nomor 35 Tahun 2009, sisa pidana 15  tahun 2 bulan 1 hari.

2) Dwi Cahyono bin Supomo, 21 Juni 1999, Pasal 81/23/ 02 UU Perlindungan anak, sisa pidana 1 tahun 5 bulan 4 hari.

 


(SUR)