Siswa di Kudus Dimanjakan dengan SMK Berkualitas

   •    Selasa, 19 Dec 2017 01:24 WIB
pendidikan
Siswa di Kudus Dimanjakan dengan SMK Berkualitas
Simulator digital ruang kemudi kapal di SMK Maritim Wisuda Karya.Medcom.id/Istimewa

Kudus: Pendidikan vokasi atau kejuruan di Indonesia seringkali dianggap kurang bergengsi jika dibandingkan sekolah menengah umum. Namun di Kudus, Jawa Tengah, anggapan tersebut tak berlaku. Kabupaten yang dikenal sebagai kota kretek tersebut justru menjadikan sekolah kejuruan sebagai lembaga pendidikan bergengsi.

Di Kudus, sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) bahkan memiliki standar kualitas nasional, bahkan internasional. Setidaknya ada tiga SMK berkualitas internasional di Kudus, antara lain; SMK Maritim Wisuda Karya,  sekolah kuliner SMK 1 Kudus, sekolah fashion SMK NU Banat, serta sekolah animasi SMK Raden Umar Said (RUS).

Berbagai fasilitas canggih yang dimiliki, membuat ketiga SMK tersebut juga dibanjiri peminat dari seluruh Indonesia. Bahkan siswa ketiga SMK tersebut sudah diincar berbagai perusahaan sejak belum lulus.

SMK Maritim Wisuda Karya, misalnya, dilengkapi dengan simulator digital ruang kemudi kapal. Keberadaan SMK ini cukup unik, pasalnya Kudus tidak memiliki wilayah laut. Sementara sekolah fashion SMK NU Banat sudah memasarkan brand produk busana sendiri, yang diberi nama Zelmira.  Mereka bahkan turut berpartisipasi dalam fashion show di Hong Kong.

Sekolah animasi SMK Raden Umar Said (RUS) juga sudah menghasilkan film animasi 3D yang diputar di bioskop. Alumni sekolah animasi ini menjadi rebutan berbagai rumah produksi besar, termasuk di manca negara.

Bupati Musthofa Wardoyo menjelaskan keberadaan sejumlah sekolah kejuruan berkualitas internasional di Kudus adalah berkat konsistensi menjalankan visi pemerintah daerah dan kolaborasi apik dengan pihak swasta. "Sesuai dengan tekad kami. Yakni dari Kudus, Jawa Tengah untuk Indonesia Kuasai Dunia," ujar Musthofa.

Ia menambahkan, dirinya memang menerapkan strategi yang berbeda. Jika sebagian besar daerah lebih fokus pada pendidikan umum, ia fokus pada pendidikan vokasi dengan melakukan revitalisasi sekolah-sekolah kejuruan di Kudus. Tujuannya, sekalipun pelajar-pelajar di Kudus tidak menempuh pendidikan tinggi, tapi mereka punya kualitas terbaik untuk bersaing di dunia kerja.


(ICH)