Alasan Warga Yogyakarta Menganggap Transportasi Online Penting

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 13 Oct 2017 13:26 WIB
taksi onlinetransportasi berbasis aplikasi
Alasan Warga Yogyakarta Menganggap Transportasi Online Penting
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Keberadaan transportasi sistem online di sejumlah daerah masih menjadi polemik. Meski demikian, keberadaan transportasi itu masih dianggap penting oleh warga Yogyakarta.

Rahayu, seorang warga Yogyakarta mengatakan, keberadaan transportasi sistem online penting di saat kondisi mendesak. Ditambah lagi, harga transportasi online bisa diketahui sebelum dipesan. Berbedan dengan ojek pangkalan atau taksi konvensional.

"Untuk range harga juga sudah bisa ditentukan lewat jarak yang tertera, seenggaknya ini mempermudah orang tanpa perlu nawar. Karena kadang tawar-menawar juga pakai enggak enakan kan ya," ujar Rahayu di Sleman, Yogyakarta pada Jumat 13 Oktober 2017.

Transportasi online juga dinilainya efektif dan efisien. Cara pemesanan yang mudah selain soal biaya yang terjangkau. Dia tak menampik transportasi umum semakin membaik, TranJogja misalnya.

Namun, transportasi umum seperti TransJogja harus diakses dengan mendatangi shelter atau terminal yang tak semua dekat jaraknya. Terkadang perjalanan ke arah tujuan harus transit lebih dulu dan mesti menyesuaikam jalur.

"Kalau yang online kan bisa pas di depan rumah atau kost saat jemputnya, dan langsung ke tujuan enggak perlu mampir atau mengetem. Jadi membantu banget buat yang jadwalnya padet dan harus cepet," ujar karyawan swasta ini.

Refleksi diri angkutan konvensional

Vinsca Fedriani, seorang mahasiswi perguruan tinggi di Yogyakarta mengatakan, transportasi daring memiliki banyak dampak positif, karena angkutan umum yang selama ini sudah ada tak semua bisa membantu dan diandalkan.

"Kadang harus nunggu lama," ujar mahasiswi angkatan 2016 ini.

Ia mengatakan transportasi sistem online lebih praktis. Vinsca juga menganggap apabila terjadi sesuatu konsumen bisa meminta pertanggungjawaban kepada penyedia jasa.

"Sangat efektif juga dari sisi waktu dan ekonomi. Ada tarif jelas. Biasanya aku pakai kalau mau ke stasiun atau bandara," kata dia.

Andai keberadaan transportasi sistem online dihilangkan, ia mengaku tak tahu bakal memilih transportasi mana yang mudah dan terjangkau. Ia hanya berharap pemerintah dan pelaku usaha transportasi melakukan refleksi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Galang Panggya Saksana, warga Wonosari, Gunungkidul yang tinggal di Yogyakarta menambahkan, perubahan memang tak bisa dihindari. Tiap individu semestinya bisa bersikap bijak dan arif menghadapi perubahan zaman.

"Jika ojek online tidak boleh, transportasi umum harus juga disediakan dengan layanan yang baik. Tapi realitanya sekarang transportasi umum yang sudah ada belum bisa menjangkau seluruh wilayah," ungkapnya.


(SUR)