9 Pembuang Sampah Sembarangan di Kudus Divonis

Rhobi Shani    •    Rabu, 20 Feb 2019 12:37 WIB
sampah
9 Pembuang Sampah Sembarangan di Kudus Divonis
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Kudus: Pengadilan Negeri Kudus, Jawa Tengah, menjatuhkan vonis ke sembilan warga Kudus yang membuang sampah sembarangan. Sembilan warga tersebut terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2015 tentang perubahan atas Perda Kabupaten Kudus Nomor 10 Tahun 1996 tentang Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Kudus Edwin Pudyono Marwiyanto mengatakan, sidang tindak pidana ringan (Tipiring) pada Selasa, 19 Febriari 2019, dipimpin hakim tunggal Alfa Ekotomo dengan panitera pengganti Sunarko.

"Dari sidang yang dilakukan, sembilan orang telah divonis denda Rp199 ribu dan ongkos perkara Rp1.000 subsider satu bulan kurungan penjara,” kata Edwin Rabu, 20 Februari 2019.

Sidang tipiring pembuang sampah sembarangan ini merupakan yang pertama di Kota Kretek. Ancaman sanksi bagi pelanggar Perda Nomor 10 Tahun 1996 tentang Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban, adalah kurungan penjara paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta.

“Denda diserahkan ke penyidiknya dari Satpol PP Kudus kemudian diserahkan ke Kejaksaan untuk diserahkan kas negara,” terang Edwin.

Sementara Kepala Satpol PP Kudus, Djati Solechah mengatakan, tindak pidana ringan ini bermula dari operasi yustisi penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2015, pada Sabtu, 16 Februari 2019.

Operasi yang dilakukan di empat titik itu menjaring 12 pelanggar. Di antaranya yaitu di Jalan Mayor Basuno terjaring ada tiga orang pembuang sampah. Di Jalan HM Subhan ZE tersadat lima orang pelanggar. Kemudian di jembatan Kali Gelis Jalan Sunan Kudus terdapat tiga orang, dan di Jalan Agil Kusumadya tedapat seorang tukang becak yang terjaring razia.

“Dari 12, sembilan orang kami sidangkan. Tiga orang yang terjaring di Jalan Mayor Basuno tidak ber-KTP. Tapi kami beri pemanggilan untuk pemeriksaan sekalian persiapan administrasi proses lanjut tipiring,” ungkap Djati.

Operasi penegakan Perda ini dilakukan agar masyarakat tertib dalam membuang sampah.


(SUR)