Kafetaria UGM Gratiskan Makan Mahasiswa asal Sulteng

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 05 Oct 2018 14:33 WIB
Gempa Donggala
Kafetaria UGM Gratiskan Makan Mahasiswa asal Sulteng
Kantin Kafetaria Gelanggang Koperasi Mahasiswa UGM yang membuka makan gratis bagi mahasiswa asal Sulteng. Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Sleman: Mahasiswa Yogyakarta yang keluarganya jadi korban bencana alam di Sulawesi Tengah bisa makan gratis di Kantin Kafetaria Gelanggang Koperasi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Tak hanya untuk mahasiswa UGM, namun juga yang belajar di kampus lain di Yogyakarta. 

Ketua Umum Koperasi Mahasiswa UGM, Muhammad Anharulfikri, 22, mengatakan mahasiswa asal Sulawesi Tengah gratis bisa makan mulai hari ini, Jumat, 5 Oktober 2018. Makan gratis tersebut bisa dilakukan sejak pukul 8.00 hingga pukul 20.30 WIB. 

"Kami buka (makan gratis) untuk mahasiswa Yogyakarta asal Sulteng sampai pekan depan (12 Oktober). Untuk hari Minggu, libur," kata Anharulfikri di Kantor Koperasi Mahasiswa UGM, Jumat, 5 Oktober 2018. 

Ia menjelaskan, mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang dari daerah terdampak bencana alam bisa datang dan menunjukkan bukti kartu identitas. Misalnya, kartu tanda penduduk, SIM, atau bukti lain yang menunjukkan dari daerah terdampak bencana. 

Menurut dia, pelajar juga diizinkan makan gratis. Meskipun, cukup kesulitan untuk pembuktian identitas. 

"Tapi mahasiswa Yogyakarta asal daerah terdampak bencana, dari berbagai kampus di sini boleh makan gratis," ujarnya. 



Ia mengatakan, sempat ada dapur umum yang ditempatkan di Asrama Mahasiswa Sulawesi Tengah di Bintaran, Kota Yogyakarta. Lantaran jumlah mahasiswa diperkirakan mencapai 3 ribu, hal itu dianggap tak memungkinkan. 

"Kondisi finansial mahasiswa terdampak bencana hampir pasti kesulitan. Mereka pasti tak hanya tinggal di asrama," ujarnya. 

Menurutnya, belum ada mahasiswa asal Sulteng yang datang. Namun, pihaknya tetap menyediakan makan gratis dengan berbagai menu pilihan. Mulai dari tempe, tumis sayur, tahu, ikan, ayam, dan sejumlah menu lainnya. 

"Target sehari bisa melayani 100 porsi. Tapi harus dimakan di sini, tidak diperkenankan dibungkus," kata dia. 



(ALB)