DIY dan Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok

Ahmad Mustaqim, Andi Aan Pranata    •    Senin, 06 Aug 2018 17:32 WIB
Gempa Lombok
DIY dan Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok
Pengendara sepeda motor melintasi rumah yang rubuh setelah gempa mengguncang wilayah Lombok, NTB, Senin 6 Agustus 2018, Ant - Ahmad Subaidi

Sleman: Bantuan medis terus dikirim ke lokasi terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pengiriman juga dilakukan RSUD dr Sardjito Sleman, DI Yogyakarta dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.

RSUD dr Sardjito mengirimkan bantuan medis pada Senin, 6 Agustus 2018. Mereka berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta sekitar pukul 15.00 WIB.

"Yang berangkat kurang lebih 12 orang," kata Humas RSUP dr Sardjito, Banu Hermawan.

Tim pertama berangkat lebih awal. Mereka bertugas memetakan kebutuhan di lokasi bencana. Nantinya, mereka memberikan informasi kebutuhan pada tim yang menunggu di Yogyakarta.

Lalu, tim lanjutan diberangkatkan besok pagi. Tim kedua membawa obat dan peralatan medis.

Ia menyatakan dokter dengan berbagai spesialis siap berangkat. Mereka terdiri dari dokter spesialis orthopedi, bedah syaraf, anestesi, anak, dan jiwa. Beberapa perawat pun dikirim.

Unhas Makassar juga mengirimkan tim medis ke Lombok. Tim terdiri dari 14 dokter yang dipimpin Prof dr Idrus Paturusi.

Tim berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Lombok pada Senin siang. Unhas juga mengirimkan delapan kodi obat dan perlengkapan penunjang di lapangan.

"Kami bersyukur memiliki guru besar dan mahasiswa yang selalu memiliki kepedulian terhadap kebutuhan kemanusiaan. Tim ini kita berangkatkan dulu, nanti kita lihat berapa lama dibutuhkan di lapangan," kata Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu.

Tim terdiri dari 21 orang. Selain Unhas, tim juga terdiri dari tenaga medis Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar serta beberapa daerah lain. 

Idrus mengatakan berkoordinasi dengan beberapa pihak agar bantuan lebih efektif. Tim medis terdiri dari beberapa dokter spesialis, yang dibutuhkan untuk respon situasi di lapangan.

"Dalam situasi darurat bencana, kita harus cepat merespon situasi untuk mengutamakan perawatan korban. Kebetulan di Lombok banyak alumni Unhas, jadi kita berdayakan mereka untuk bersama-sama membantu masyarakat," kata Idrus.

Lihat video:
 


(RRN)