Alat Berat Diterjunkan Atasi Rob di Lahan Pertanian Bantul

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 02 Aug 2018 22:32 WIB
pertanian
Alat Berat Diterjunkan Atasi Rob di Lahan Pertanian Bantul
Seorang petani di Bantul, Lawan, berendam di lahan pertanian yang tergenang air laut akibat gelombang tinggi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Bantul: Sebanyak 21 hektare lahan pertanian di bagian selatan Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terendam air laut. Data Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul menunjukkan petani terancam gagal panen bila rob tidak segera diatasi.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Hariyadi mengatakan, 15 dari 21 hektare lahan ditanami bawang merah. Petani bisa gagal panen karena air laut bisa membuat tanaman mati.

"Kalau (tanaman) terus terendam bisa mati," kata dia saat dihubungi, Kamis, 2 Agustus 2018.

Menurut Pulung, dua alat berat diterjunkan pada Rabu, 1 Agustus 2018, membuat sodetan guna mengalirkan air kembali ke laut. Meski sempat berkurang, air laut kembali pasang pada Kamis malam dan membuat lahan pertanian terendam kian luas.

Baca: Terendam Air Laut, Petani di Bantul Terancam Rugi

Situasi ini tak hanya membuat sodetan buntu karena air laut pasang disertai gelombang itu juga membawa pasir.

"Sepertinya situasi ini terjadi tiap tahun. Tapi kali ini di luar perkiraan karena terjadi saat lahan pertanian masih ada tanaman. Tahun biasanya terjadi saat petani sudah panen," ucapnya.

Pulung telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul terkait bantuan alat berat untuk pembuatan sodetan baru. Menurutnya, penanganan luapan air laut tak bisa dilakukan hanya oleh Dinas Pertanian.

Kepala DPUPKP Bantul Bobot Arifi`Aidin siap bekerja sama untuk menangani problem itu. Salah satu yang dilakukan yakni dengan pemantauan kontinyu di sejumlah titik lahan terendam.

"Kita akan lihat situasi. Jika sudah dinyatakan puso (gagal panen), mungkin tak perlu sodetan. Namun tetap kita siagakan alat berat untuk membuat sodetan saat situasi normal," kata dia.


(SUR)