Titik Macet Arus Mudik Diprediksi Pindah ke Semarang

Mustholih    •    Rabu, 16 May 2018 13:28 WIB
Mudik Lebaran 2018
Titik Macet Arus Mudik Diprediksi Pindah ke Semarang
Kemacetan jalur mudik. (MI/ACHMAD SAPUAN)

Semarang: Titik macet arus mudik Lebaran 2018 di Jawa Tengah bakal berpindah ke Krapyak, Semarang. Semual titik macet arus mudik berada di pintu tol Gringsing, Batang, dan Brebes Timur. Perpindahan titik macet lantaran jalan tol Trans Jawa yang melintas Jawa Tengah sudah bisa digunakan pemudik. 

"Jadi pendek kata, semua sudah bisa digunakan baik operasional maupun fungsional. Nanti pengguna jalan tetap harus hati-hati. Kemacetan dikhawatirkan memang (berpindah) di Krapyak," kata Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, usai menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 16 Mei 2018.

Heru berujar, jalan tol Brebes-Pemalang sudah berlaku operasional. Pemalang-Batang juga sudah operasional. Sementara itu, Batang-Semarang masih fungsional. Semarang-Bawen, Semarang-Salatiga operasional. Salatiga-Kartasura fungsional. 

"Tapi mau diresmikan sebelum Lebaran. Kita sudah siap untuk arus mudik Lebaran," ungkap Heru.

Jalan-jalan di luar ruas tol Trans-Jawa diklaim Pemerintah Provinsi Jateng sudah siap dimanfaatkan untuk mudik Lebaran 2018. Meskipun saat ini, perbaikan jalan rusak masih dilakukan.

"Jalan Provinsi oke, bahkan jalan nasional Pantura siap, jalan alternatif siap dan jalur selatan siap juga. Termasuk jalur tengah di Banjarnegara dan Parakan yang sedang ada pelebaran awal Juni sudah selesai," jelas Heru.

Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Condro Kirono, menuturkan infrastruktur arus mudik 2018 lebih bagus ketimbang tahun kemarin. Dengan begitu, bisa membantu kepolisian. 

"Tahun lalu walau pun darurat itu juga sangat membantu arus mudik. Sekarang lebih bagus. Sehingga kepolisian tinggal menyiapkan manajemen keselamatan dan kelancaran di jalan," ungkap Condro. 

Condro menambahkan, Polda Jateng akan menyiapkan lampu darurat di ruas tol fungsional. Agar memudahkan pemudik yang melintas saat malam hari. 

"Di jalan tol, setiap 5 kilometer sudah ada petugas patroli gabungan antara Brimob dan Lantas dengan mobil PJR. Kita manfaatkan lampu-lampu SAR Polda dan Polres yang jangkauannya 200 meter," jelas Condro.


(LDS)