Guru, Beda Status Beda Gaji

Rhobi Shani    •    Senin, 07 May 2018 13:28 WIB
gurutenaga honorer
Guru, Beda Status Beda Gaji
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Jepara: Tiga jenis guru mengajar di sekolah. Guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS), guru tidak tetap (GTT), dan guru tetap yayasan (GTY). Beda status, beda pula gaji yang diterima.

Guru PNS setiap bulan menerima gaji dari pemerintah. Sedangkan GTT menerima gaji dari uang sekolah, meskipun mengajar di sekolah negeri. Sementara, GTY menerima gaji dari uang yayasan.
 
Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 6 Jepara, Novie Fatmawati menyampaikan, sebagai guru PNS golongan 3b tiap bulan dia menerima gaji Rp3,493 juta. Dia harus mengajar minimal 24 jam pelajaran setiap minggu. Dia juga berkewajiban membuat perangkat pembelajaran.

"Kalau guru sertifikasi dapat tambahan tunjangan sertifikasi, bisa lebih dari Rp2 juta setiap bulan. Besarnya tunjangan sertifikasi bergantung golongan," papar Novie, Senin, 7 Mei 2018.

Beda pula penghasilan Guru Seni Budaya di SMK Islam Jepara Oki Setiawan yang berstatus GTY. Dia mendapat gaji Rp35 ribu per jam pelajaran.

Baca: Nasib Guru Honorer di Tengah Mandat 20% Anggaran Pendidikan

Saat ini, seminggu dia mengajar 37 jam pelajaran. Praktis, sebulan dia menerima gaji dari yayasan sebesar Rp1,295 juta.

"Tapi kalau sudah lulus sertifikasi dapat tunjungan dari pemerintah. Besarnya tunjungan sertifikasi berapa saya tidak tahu," kata Oki.

Baca: Kerja 24 Jam, Guru Honorer Diupah Rp600 Ribu/Bulan

Kondisi berbeda dialami GTT yang mengajar di sekolah dasar (SD). Ketua Forum GTT Kabupaten Jepara M. Choiron menyatakan, GTT yang saat ini mengajar di SD rata-rata hanya menerima gaji Rp250 ribu sampai Rp500 ribu.

Besarnya gaji disesuaikan dengan kemampuan sekolah. "GTT SD yang paling besar itu yang mengajar di SD di wilayah kota, sebulan bisa sampai Rp700 ribu. Tugas kami sama dengan guru PNS, seminggu minimal mengajar 24 jam," ungkap Choiron.    

Baca: Hampir 50 Persen Guru di Jepara Berstatus Honorer

 


(SUR)