Mencari Duta Wisata di Hutan Mangrove Brebes

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 09 Sep 2017 18:07 WIB
pariwisata
Mencari Duta Wisata di Hutan Mangrove Brebes
Wakil Bupati Narjo (tengah) foto bersama peserta calon Sinok dan Sitong di Desa Wisata Dukuh Pandansari, Desa Kaliwilingi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Brebes: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tengah mencari duta wisata daerah. Kegiatan yang dikenal dengan sebutan ajang pemilihan Sinok Sitong ini mulai memasuki tahap akhir.

Dari 20 peserta yang masuk proses pembekalan dan karantina, akan dipilih satu pemuda dan pemudi untuk mewakili Brebes dalam kompetisi yang sama di level provinsi (Jawa Tengah). Mereka adalah para finalis dari Brebes yang lolos seleksi pada 2-5 September 2017.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Brebes, Amin Budi Raharjo menjelaskan, pembekalan dan karantina telah dilakukan sejak dua hari yang lalu. Tempat di pilih untuk kegiatan adalah Desa Wisata Pandansari, Desa Kaliwlingi. Para peserta bermalam di Home Stay yang disediakan warga di seputar Obyek Wisata Hutan Mangrove.

“Sengaja agar calon Sinok dan Sitong mengenal potensi wisata daerahnya. Di sini terdapat hutan mangrove yang tengah menjadi destinasi wisata baru yang menjadi kebanggaan warga Brebes,” katanya ditemui di sela kegiatan, Jumat malam, 8 September 2017.

Usai kegiatan ini, diharapkan para calon duta wisata Brebes ini lebih mengenal potensi daerahnya. Terutama soal wisata yang tengah gencar dikembangkan pemerintah Brebes.

Dari sisi kuantitas, jumlah obyek pariwisata di Brebes berkembang dari 10 menjadi 25 obyek wisata. Wakil Bupati Brebes, Narjo, berharap Sinok Sitong terpilih adalah sosok yang kreatif, inovatif, menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Harapannya bisa memberikan informasi bahwa pariwisata Brebes ‘sejen karo liyane’ (berbeda dengan yang lain), dan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Brebes,” ujarnya saat hadir dalam kegiatan tersebut.

Usai pembekalan dilakukan, para peserta diajak wisata malam di hutan mangrove bersama Wakil Bupati, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan panitia penyelenggara. Menggunakan perahu mereka menuju hutan mangrove. Kemudian mereka menyusuri trek di dalam hutan menggunakan lampion sebagai penerangan.


(SUR)