Tanah Retak Terjadi di Lereng Bukit di Kulon Progo

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 24 Apr 2017 13:08 WIB
bencana alam
Tanah Retak Terjadi di Lereng Bukit di Kulon Progo
Ilustrasi tanah retak

Metrotvnews.com, Kulonprogo: Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, melaporkan tanah retak di lereng bukit di Dusun Jeruk, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh. Kondiis itu terjadi di area sepanjang 147 meter.

Sekretaris Daerah Pemkab Kulon Progo Astungkoro mengatakan melaporkan kondisi itu ke Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. 

"Setidaknya sebagai pemberitahuan tentang kondisi dan keadaan di wilayah Dusun Jeruk," kata Astungkoro di Kulonprogo, Minggu 23 April 2017.

Astungkoro menjelaskan, Pemkab Kulon Progo mengajak tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengkaji kerawanan tanah di Dusun Jeruk. Tim menemukan tanah retak akibat banyak air yang masuk ke celah-celah tanah. Air berasal dari kawasan pertanian di atas bukit.

Kondisi itu terjadi saat hujan turun dengan deras. Kondisi itu berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

"Akibatnya, warga penghuni tiga rumah di bawah bukit harus diungsikan. Andai longsor, radiusnya bisa mencapai 500 meter, tapi tidak ke permukiman melainkan ke aliran sungai lebih dulu," ujarnya. 

Astungkoro mengatakan akan menyosialisasikan hasil kajian itu ke warga. Salah satu pencegahan longsor yaitu membuat sulingan dari bambu untuk jalan air. Juga, lanjut Astungkoro, ia berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyediakan bantuan logistik selama warga mengungsi.

Astungkoro menambahkan, sosialisasi juga diberikan ke warga pemilik pesawahan di atas bukit agar memiliki saluran air untuk meminimalisasi banyak masuk di tanah. Dari informasi yang ia peroleh, kejadian serupa pernah terjadi 25 tahun lalu. 

"Kita juga imbau ke pemilik lahan persawahan di atas bukit di wilayah Samigaluh, Girimulyo, dan Kokap. Nantinya perbukitan harus ada saluran air dan ada tempat sulingan sebagai tempat pembuangan air. Ini agar air tak masuk ke dalam tanah secara banyak yang akhirnya berpotensi longsor," jelasnya. 


(RRN)