Dosen Kampus Negeri yang Terlibat HTI Bakal Dikeluarkan

Patricia Vicka    •    Sabtu, 22 Jul 2017 15:37 WIB
pembubaran hti
Dosen Kampus Negeri yang Terlibat HTI Bakal Dikeluarkan
Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Muhammad Natsir (ketiga dari kiri) -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Muhammad Nasir menegaskan, akan mengeluarkan tenaga pendidik di lingkungan kampus yang masih terlibat dan aktif dalam organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Ada dua pilihan. Silahkan dia keluar dari HTI, tidak ikut kegiatan HTI, dan bergabung dalam pemerintah sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara). Atau dia tetap di HTI, namun dikeluarkan sebagai ASN," kata Nasir saat mendampingi Presiden Joko Widodo pada pembukaan Kongres Pancasila ke IX di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sabtu 22 Juli 2017.

Menurut Nasir, opsi yang diberikan tersebut sesuai dengan arahan Presiden. Saat Perppu Ormas diberlakukan, maka pegawai dan dosen ASN tidak boleh terlibat di HTI.

(Baca: ASN Terlibat HTI Harus Mundur)

Keputusan tersebut akan disampaikan kepada publik pada 26 Juli 2017. Sanksi tegas juga akan diberlakukan kepada tenaga pendidik yang bekerja di kampus swasta.

Namun, lanjut Nasir, pihaknya tengah mengkaji dan menggodok sanksi yang akan dijatuhkan kepada universitas swasta yang tidak tegas melarang kegiatan HTI. "Regulasi masih saya susun. Nanti regulasi dan sanksi melalui kopertis," pungkasnya.

(Baca: UGM Endus Keterlibatan Dosen di HTI Setahun Lalu)

Seperti diketahui, banyak aktivis dan pengurus HTI adalah mahasiswa, tenaga pendidik di lingkungan kampus, dan karyawan di universitas negeri. Di Yogyakarta, baru Institut Seni Indonesia (ISI) yang mendeklarasikan diri melarang kegiatan dan keberadaan HTI di kampus.


(NIN)