Gunungan Grebeg Dipercaya Lancarkan Rejeki dan Panjangkan Umur

Patricia Vicka    •    Sabtu, 02 Sep 2017 14:45 WIB
iduladha 2017
<i>Gunungan Grebeg</i> Dipercaya Lancarkan Rejeki dan Panjangkan Umur
Warga berebutan wajik dan hasil bumi di Gunungan Grebeg yang dipercaya dapat melancarkan rezeki dan panjangkan umur. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Keraton Yogyakarta kembali menggelar prosesi perarakan Grebeg besar di Keraton Yogyakarta. Prosesi ini diadakan dalam rangka memperingati Iduladha 1438 Hijiriah

Dalam prosesi ini ada tujuh gunungan grebeg dibawa abdi dalem dari alun-alun utara Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gedhe Kauman, Puro Pakualaman dan Kantor Kepatihan (Gubernur). Gunungan tersebut berisi hasil bumi seperti kacang panjang, cabe, roti dan  wajik.

Ratusan bregodo Keraton Yogyakarta turut mengarak gunungan tersebut sambil memainkan alat musik.

Begitu tiba di Masjid Gedhe Kauman, warga yang sedari pagi sudah menunggu segera mengambil hasil bumi tersebut. Dengan semangat, mereka berebut menarik hasil bumi yang ditancapkan di badan gunungan. Dalam waktu sepuluh menit, gunungan sudah habis diambil warga.

Salah seorang nenek-nenek usia lanjut nampak bersemangat ikut mengambil gunungan. Ia mengambil posisi di sebelah kiri gunungan putri yang tidak terlalu ramai. Tangan keriputnya perlahan mengambil roti yang ditancapkan ke dalam tongkat kayu di tengah gunungan.

Sesekali, Ngarto Wiyono, nama nenek itu meminta cucunya mengambil hasil bumi yang ada di sebelah atas. "Le (nak), ambilken wajik yang di atas," tutur Ngarto (70) dalam bahasa Jawa halus di Masjid Gede Kaumam Yogyakarta, Sabtu 2 September 2017.

Wajah Ngarto pun sumringah saat mendapatkan wajik tersebut. Wanita yang tinggal di Gamping, Bantul ini mengatakan akan menancapkan gunungan tersebut di sawah miliknya. Ia percaya hasil gunungan dari Raja Yogyakarya ini bisa mendatangkan rezeki dan berkah bagi keluarganya. "Mau saya tancapkan di sawah. Biar nolak hama dateng. Panen melimpah," katanya singkat.


Ngarto Wiyono (kanan) bersama anak dan cucu usai ambil gunungan Grebeg Besar, Sabtu 2 September. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Rasa bahagia juga nampak di wajah Kartminten (75). Walau raganya sudah tak kuat mengambil gunungan, namun semangatnya untuk mengambil hasil bumi tak surut. Dengan naik becak, ia datang jauh-jauh dari Kulonprogo seorang diri. Ia meminta pemuda yang berada di sekitar Masjid Kauman untuk mengambilkannya wajik dalam gunungan.

"Saya percaya ini bisa bikin panjang umur dan tolak bala,"ujar wanita asal Sentolo Kulonprogo ini.

Bagi sebagian besar warga Yogyakarta, hasil gunungan dipercaya bisa melancarkan rezeki, menolak marabahaya dan buat panjang umur. Hal inilah yang membuat tradisi arak Gunungan Grebeg selalu ramai didatangi warga.

Manggala Yudha sebagai penjaga kebudayaan, Gusti Bendoro Pangeran  Hariyo (GBPH) Yudhaningrat menjelaskan gunungan grebeg dibagikan sebagai bentuk ucap syukur Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam setahun, Keraton Yogyakarta menggelar tiga kali prosesi Grebeg yakni Grebeg Syawal  yang dibagikan saat Idul Fitri, Grebeg Maulud yang dibgikan saat maulid nabi dan Grebeg Besar yang dibagikan saat Idul Adha.


(SUR)