Studi Amdal Bandara Kulon Progo Minim Masukan Publik

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 10 Nov 2016 15:54 WIB
bandara
Studi Amdal Bandara Kulon Progo Minim Masukan Publik
Suasana konsultasi studi Amdal pembangunan bandara di Kulon Progo, Kamis (10/11/2016). (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Sejak diumumkan rencana studi Amdal hingga diskusi publik soal Bandara Kulon Progo, hanya ada dua masukan dari masyarakat. Itupun bukan masukan dari warga terdampak bandara.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, Suharjoko mengatakan, dua masukan publik itu berasal dari Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo.

"Masukan kami terima beberapa waktu lalu. Orangnya berasal dari Wates (Kulon Progo) dan Kotagede (Kota Yogyakarta)," kata Suharjoko selepas forum konsultasi publik studi Amdal bandara di Balai Desa Temonkulon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (10/11/2016).

Baca: Warga Terdampak Bandara Minta Dijamin dalam Segala Aspek

Ia menyampaikan, dua masukan itu berharap bandara yang akan dibangun di Kecamatan Temon memiliki fasilitas dan pelayanan yang lebih baik.

Minimnya masukan, membuat PT Angkasa Pura I, menggali masukan saat konsultasi publik. Perusahaan yang kelak mengelola bandara itu membagikan kertas ke warga peserta diskusi. 

Suharjoko menambahkan, bandara bernama New Yogyakarta International Airport sebagai proyek pembangunan nasional bakal dilakukan percepatan proses. Termasuk di dalam penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

"Amdal akan disusun di pusat. Kewenangan Pemkab Kulon Progo menjadi tim teknis," katanya.

Kepala Departemen Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Bandara PT Angkasa Pura I, Dedi Ruhiyat mengatakan materi studi Amdal bakal diproses di pusat. Nantinya, kata Dedi, tim penilai Amdal juga berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup.

"Warga yang ditunjuk saat konsultasi publik tadi akan menjadi wakil untuk melakukan penilaian juga. Dari enam desa, masing-masing desa ada tiga orang," ungkapnya.

Baca: Tolak Bandara, Warga Kulon Progo Datangi Kantor BLH

Enam desa yang Dedi maksud yakni Desa Glagah, Kebonrejo, Palihan, Sindutan, Jangkaran (Kecamatan Temon); dan Desa Karangwuni (Kecamatan Wates) sebagai kawasan terdampak tak langsung.

Dedi menambahkan, PT Angkasa Pura I bakal meminta pertimbangan ahli dalam penyusunan Amdal itu. Selain itu, juga menggandeng sejumlah korporasi untuk ikut menangani dampak yang akan ditimbulkan dalam pembangunan bandara.

"Paling tidak meminimalisasi dampak bandara. 
Misal kebisingan dan lingkungannya. Bandara (di Kulon Progo) akan dibuat berwawasan lingkungan," ujarnya.


(SAN)