Perajin Batik: Omzet Turun Dua Tahun Terakhir

Pythag Kurniati    •    Senin, 02 Oct 2017 13:45 WIB
batik
Perajin Batik: Omzet Turun Dua Tahun Terakhir
Perajin batik di Kota Solo, Jawa Tengah

Metrotvnews.com, Solo: Kondisi perdagangan batik, utamanya di pasar dalam negeri mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Salah satunya ditunjukkan dari omzet beberapa pengusaha batik di Kota Solo.

"Penurunan omzet mencapai 10 persen hingga 30 persen," kata salah satu pengurus paguyuban kampung wisata batik Kauman sekaligus perajin batik Gunawan Setiawan, Senin, 2 Oktober 2017.

Menurutnya, penurunan omzet terjadi dalam satu hingga dua tahun terakhir. Ia memprediksi, penurunan omzet tersebut antara lain disebabkan daya beli masyarakat yang berkurang.

"Selain itu, sebenarnya kami juga membutuhkan kebijakan pemerintah yang membantu kami,  perajin-perajin batik," bebernya.

Mengatasi hal tersebut, beberapa pedagang batik pun mulai beralih menjajaki pemasaran secara daring. "Namun kami menyadari, untuk batik, beralih dari transaksi konvensional ke online tidak semudah membalik telapak tangan," jelasnya.

Meski berada di tengah persaingan bisnis, perajin batik di Kota Solo, Jawa Tengah tetap berjuang mempertahankan ciri khas batik Indonesia.

"Perajin batik selamanya harus memegang filosofi motif batik tradisional daerah masing-masing," ungkap Gunawan.

Gunawan menyebut, hal itu menjadi modal dasar bagi pengembangan batik Indonesia. "Artinya kalau kita enggak pakai pakem itu, kita kalah," jelas dia.

Tanpa mempertahankan motif batik tradisional, lanjutnya, batik Indonesia bisa dianggap sama dengan produk tekstil dari negara lainnya."Sehingga jangan sampai motif tradisional hilang," terangnya.

Namun demikian, kata Gunawan, motif batik tradisional tetap bisa dikembangkan menyesuaikan zaman agar bisa dinikmati anak-anak muda. "Masalah warna, model dan peruntukkan bisa disesuaikan," ujarnya.


(ALB)