Gempa Berskala Menengah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 16 Dec 2017 13:07 WIB
gempa
Gempa Berskala Menengah
Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Bandung: Gempa 6,9 SR yang terjadi pada Jumat malam, 15 Desember 2017 merupakan gempa berskala menengah. Gempa berpusat di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dengan kedalaman 107 Km.

Kepala Stasiun Geofisika Klas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber keluaran BMKG menunjukkan, gempa memiliki mekanisme pergerakan yang merupakan kombinasi pergerakan dalam arah mendatar dan naik (oblique sinistral). 

"Dengan melihat lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, maka diperkirakan pembangkit gempa adanya deformasi batuan pada zona Benioff bagian atas dari lempeng samudra yang tersubduksi (subducted plate)," ucap Tony, Sabtu 16 Desember 2017.

Tony menerangkan, berdasarkan hasil pemodelan tsunami dari Decision Support System (DSS) yang dioperasikan oleh Sistem Peringatan Dini Tsunami BMKG, gempa memberikan ancaman potensi tsunami sesuai dengan proposal peringatan dini tsunami.

"Lima menit setelah gempa terjadi, sistem diseminasi BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY. Selanjutnya BMKG melakukan monitoring tsunami gauge di Pangandaran (Jawa Barat), Pamayang Sari (Jawa Barat), Binangeun (Banten), dan Pacitan (Jawa Timur)," terangnya.

Tony menegaskan dari hasil monitoring di beberapa stasiun tsunami gauge yang dekat dengan pusat gempa menunjukkan tidak ada rekaman kenaikan muka air laut. 

"Sehingga BMKG melakukan Pengakhiran Peringatan Dini Tsunami pada pukul 02.26 WIB," paparnya.

Gempa berkekuatan 6,3 SR di mengguncang Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, akibatnya rumah dan bangunan publik di Ciamis, Tasikmalaya dan Pangandaran mengalami kerusakan. Selain itu, gempa tersebut juga mengakibatkan dua orang meninggal.


(ALB)