Kabupaten Kendal Akan Buka Sekolah Laut

Iswahyudi    •    Selasa, 31 Oct 2017 15:21 WIB
lingkungan
Kabupaten Kendal Akan Buka Sekolah Laut
Sosialisasi Sekolah Laut Gerakan Penanggulangan Resiko Bencana di Kabupaten Kendal. Foto: MTVN/Iswahyudi

Metrotvnews.com,Kendal: Badan Nasional Penaggulangan Bencana mendirikan sekolah laut di Kabupaten Kendal. Sekolah laut akan menyalurkan ilmu bencana pesisir dan mitigasi bencana, mangrove untuk kehidupan, dan pengembangan ekowisata dengan mangrove dan terumbu karang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal Sigit Sulistyo, mengatakan, menyebut sekolah laut ini menyasar aparatur sipil negara dan masyarakat. Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kendal, bakal dijadikan percontohan.

"Ada kemungkinan akan dikembangkan ke kawasan lain, seperti di Rowosari atau Kaliwungu,"kata Sigit saat sosialisasi Sekolah Laut yang diadakan di Aula BPBD Kendal, Selasa 31 Oktober 2017.

Pendidikan informal ini dimulai dengan workshop selama tigahari, mulai tanggal 1-3 November 2017 di Balai Desa Kartika Jaya. Sebanyak 30 relawan dari desa setempat bakal dididik seputar cara menghindari abrasi laut, penanaman mangrove, pelatihan memanfaatkan air hujan dan pemanfaatan tanaman mangrove.

Kegiatan ini akan diakhiri pembenahan pantai dan penanaman mangrove di Desa Kartika Jaya Patebon yang melibatkan 1.000 peserta.  "Permasalahan di Kartika Jaya itu karena adanya abrasi, sehingga untuk pencegahan harus digalakkan penanaman mangrove,"pungkasnya

(Baca: 60 Persen Wilayah Kabupaten Kendal Rawan Bencana)

Sekretatris Daerah Kabupaten Kendal Moh. Toha mengatakan, upaya pengelolaan pesisir dan laut harus dilakukan dengan maksimal. Sekolah Laut Gerakan Penanggulangan Resiko Bencana diselenggarakan untuk menciptakan komitmen antara aparatur-masyarakat agar mendukung pengelolaan pesisir dan laut.

Sejak tahun 2012, bencana makin meningkat di Kendal. Tingkat kerugian yang ditimbulkan bencana juga makin banyak. Bencana timbul akibat degradasi lingkungan, sehingga kondisi lingkungan harus dibenahi agar tidak terjadi bencana.  

"Yang paling penting itu harus ada semangat gotong-royong dari semua pihak untuk bersama-sama mengurangi terjadinya resiko bencana, di harapkan  sekolah laut akan  membantu mengurangi  bencana" kata Toha.
 


(SUR)