Perabot Masak Hilang, Warga Masih Tergantung pada Dapur Umum

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 05 Dec 2017 13:49 WIB
cuaca ekstremsiklon tropis cempaka
Perabot Masak Hilang, Warga Masih Tergantung pada Dapur Umum
Suasana dapur umum di Dusun Dogongan, Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Bantul: Warga terdampak banjir di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan logistik. Meski warga tak lagi berada di pengungsian, mereka tak bisa memasak lantaran peralatan masak warga hilang terbawa arus banjir. 

Badingatun, warga RT 2 Dusun Dogongan, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, mengatakan hampir semua peralatan masak warga hilang terbawa arus banjir. Ia mengatakan, banjir dengan volume air sedada orang dewasa memiliki arus yang sangat deras. 

"Panci, wajan, kompor dan pelatan masak kami hilang semua. Hampir sebagian besar warga sini tidak bisa masak di rumah," ujarnya kepada Medcom.id ditemui di Dusun Dogongan pada Selasa, 5 Desember 2017. 

Di dusun itu, seluruh warga di tiga RT, yakni RT 1, RT 2, dan RT 3 tak bisa memasak. Warga kemudian memutuskan membuat dapur umum. Sementara, kebutuhan peralatan dan losgistik dipenuhi dengan bantuan yang datang dari pihak. 

Sekali masak, dapur umum itu membuat makanan untuk memenuhi kebutuhan di tiga RT. Rinciannya, RT 1 ada sebanyak 55 orang, RT 2 sebanyak 42 orang, dan RT 3 sebanyak 57 orang. Mereka masak tiga kali sehari. 

"Masak di dapur umum biasanya buat sekitar hampir 200 porsi. Kalau sisa kita kirim ke dusun lain," jelasnya. 

Purwaningsih, warga Dusun Dogongan, mengatakan, belum tahu sampai kapan masak di dapur umum. Sebab, di rumah juga tak memiliki peralatan sama sekali. "Nanti dipikirkan. Sekarang masak tergantung perolehan bantuan yang masuk," katanya. 

Kepala Dukuh Dogongan, Jayadi mengayakan makanan dari dapur didistribusikan berwujud nasi bungkus. Warga yang rumahnya jauh dari dapur umim makanannya dikirimkan, sementata warga yang dekat datang ke dapur umum. 

"Kira-kira ada 10 dusun yang di dekat sungai juga mengalami hal hampir sama seperti di Dusun Dogongan," jelasnya. 

Kondisi secara umum di Desa Sriharjo sudah membaik sejak banjir 28 November 2017. Rumah-rumah warga sudah dibersihkan dari lumpur. Sementara, lumpur di jalanan yang semula becek perlahan mulai mengeras dan padat. 


(ALB)