Jokowi Sebut Urus Pernikahan Kahiyang Lebih Repot dari Gibran

Pythag Kurniati    •    Senin, 06 Nov 2017 20:16 WIB
jokowi mantupernikahan kahiyang-bobby
Jokowi Sebut Urus Pernikahan Kahiyang Lebih Repot dari Gibran
Presiden memantau persiapan pernikahan putrinya, Senin, 6 November 2017. Foto: MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Presiden Jokowi menyebut pernikahan Kahiyang Ayu berbeda dengan pernikahan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda dua tahun lalu. Lebih repot, begitu kata Jokowi.

"Menikahkan anak perempuan itu lebih repot sedikit. Tapi sebenarnya sama saja," ungkap Jokowi di sela-sela waktunya saat meninjau persiapan pernikahan Kahiyang-Bobby, Senin 6 November 2017.

Meski prosesi menikahkan anak perempuan dalam adat Jawa lebih lengkap, namun ia mengaku dalam hal persiapan sama saja. Bedanya, dalam istilah Jawa menikahkan anak perempuan disebut dengan mantu.

"Nah, kalau Gibran dulu namanya ngunduh mantu. Itu bedanya," kata presiden.

Dalam pernikahan Kahiyang, ada beberapa prosesi yang tidak dilakukan saat pernikahan Gibran. Misalnya presiden akan menjalani prosesi adang kapisan, dimana Jokowi dan Iriana akan menyiapkan perapian dan menanak nasi.

Kemudian presiden akan melakukan prosesi sade dawet atau menjual dawet pada saat siraman. Saat ijab panggih anak perempuan pun diiringi berbagai prosesi adat Jawa.

Dalam pernikahan putrinya presiden mengaku tidak hanya mengundang pejabat tinggi negara. Saudara, tetangga dan semua elemen masyarakat mendapatkan undangan.

"Pedagang pasar ya diundang, PKL juga," imbuhnya. Ribuan relawan Jokowi pun tak luput berpartisipasi dalam rangkaian pernikahan Kahiyang-Bobby.

Dalam kesempatan itu, presiden menyebut putri semata wayangnya memang sudah waktunya membina rumah tangga.

"Sudah saatnya berumah tangga, bermasyarakat, semoga bisa membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah," ujar Jokowi.

Jokowi memantau langsung persiapan pernikahan putrinya Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, Senin, 6 November 2017 sore. Presiden didampingi Gibran Rakabuming Raka, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno.


(SUR)