Pariwisata DIY Diprediksi Dikunjungi 1,6 Juta Kendaraan Pribadi

Patricia Vicka    •    Selasa, 19 Dec 2017 13:27 WIB
natal dan tahun baru
Pariwisata DIY Diprediksi Dikunjungi 1,6 Juta Kendaraan Pribadi
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Yogyakarta: Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta memprediksi puncak keramaian pelancong di titik pariwisata terjadi pada 23-26 Desember 2017 dan 30 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018. Sebanyak 1,6 juta kendaraan pribadi diperkirakan akan mengunjungi Pantai Selatan sepanjang musim liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 (Nataru).

Angkutan pribadi diperkirakan masih menjadi favorit para pelancong menuju kota Budaya ini. Volume kendaraan roda empat diperkirakan naik 4 persen menjadi 626.600, dibanding tahun lalu yang berjumlah 602.500 mobil.

"Sementara roda dua hanya naik 1 persen atau sekitar 1.029.089 dari jumlah tahun lalu sekitar 1.018.900," tutur Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto, Selasa, 19 Desember 2017.
 
Sementara penumpang bus meningkat sekitar satu persen dari tahun lalu yang berjumlah 389 ribu. Wisatawan yang menggunakan kereta api dan pesawat diperkirakan naik masing-masing enam persen dibandingkan tahun lalu.

Dinas Perhubungan DIY akan menerjunkan 656 personil untuk berjaga-jaga selama liburan Natal dan Tahun Baru 2017. Para petugas diprioritaskan berjaga di lokasi wisata populer dan di sepanjang pantai laut selatan.

Sigit mengatakan lokasi wisata yang populer seperti Tebing Breksi, Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus dan Malioboro. "Kalau di pantai selatan seperti pantai Baron, Indrayanti, Ngelambor dan Parangtritis. Itu yang nanti dibanyakin petugas jaga," jelas Sigit melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa, 19 Desember 2017.

Petugas disiagakan untuk membantu kepolisian mengatur arus lalu lintas serta sistem perparkiran. Sigit mengatakan Dishub turut membuka empat posko utama dan 12 posko angkutan Nataru.

Posko utama berada di Titik nol dekat kantor Pos Besar, Di Kantor Dishub DIY, terminal Wates dan terminal Jombor. Sigit menjelaskan petugas akan disiagakan 24 jam diposko utama untuk memantau kelancaran lalu lintas. "Petugas akan mengatur lamanya lampu apil dan memantau CCTV yang ada,"kata Sigitn
 


(SUR)