Awasi Peredaran PCC, Apotek di Solo Disidak

Pythag Kurniati    •    Selasa, 05 Dec 2017 14:49 WIB
obat berbahayapil maut pcc
Awasi Peredaran PCC, Apotek di Solo Disidak
Sidak ke sejumlah distributor bahan kimia dan apotek di Solo, Selasa, 5 Desember 2017.

Solo: Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Reserse Narkoba Polresta Surakarta dan Pemkot Surakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sidak menyasar sejumlah distributor bahan kimia dan apotek di Kota Solo.

Sidak menindaklanjuti penggerebekan pabrik PCC ilegal di Cinderejo Lor, Gilingan, Banjarsari, Solo, oleh BNN. Pantauan Medcom.id di lapangan, sidak dilakukan langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Surakarta Kompol Edi Sulistyanto, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, dan sejumlah personel Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta.

"Setelah terkuaknya keberadaan pabrik ilegal PCC, kami benar-benar ingin memastikan bahwa tidak ada PCC beredar di Solo," kata Kompol Edi Sulistyanto, Selasa, 5 Desember 2017.

Pertama, tim gabungan memantau ada tidaknya bahan baku PCC yang dijual oleh distributor. Tim mengunjungi gudang penyimpanan distributor bahan kimia, PT Brataco, di Jalan Dr Radjiman, Laweyan, Solo.

Setelah berkeliling meninjau tim gabungan tidak mendapati bahan baku pembuatan PCC. Pihak distributor juga mengaku menerapkan syarat ketat keluar masuknya bahan kimia. Seperti meminta surat keterangan serta kartu identitas konsumen.

Sidak dilanjutkan ke sejumlah apotek di Solo untuk mengawasi peredaran pil PCC. Salah satu apotek yang dikunjungi yakni Apotek Kondang Waras di Jalan Dr Radjiman 275 Solo.

Selain menyidak apotek dan distributor bahan kimia, tim juga mengawasi ada tidaknya pil PCC yang dijual di warung-warung kecil. "Dan sejauh kami melakukan sidak, memang belum ditemukan PCC beredar di Solo," papar dia.

Hal tersebut, lanjut Kasat Narkoba, sama seperti keterangan pelaku. Tersangka pengedar PCC mengungkapkan pabrik ilegal di Solo hanya menyuplai PCC ke sejumlah tempat yang mayoritas berada di luar Jawa.

Namun demikian, tim gabungan secara berkelanjutan terus memantau kondisi Solo dan memastikan aman dari peredaran PCC.

Kasi Farmasi, Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Anom Yuliansyah, menuturkan produk yang mengandung carisoprodol sudah dilarang sejak 2013. Saat dikeluarkannya aturan tersebut, DKK memastikan tidak ada produk tersebut di seluruh sarana pelayanan farmasi. 

"Ada kewajiban untuk menarik semuanya. Jadi, kalau ada (PCC) yang beredar sudah pasti ilegal," papar Anom.

Ia mendata, di Kota Solo sama sekali tidak terdapat pabrik obat. Artinya, pabrik PCC di Solo yang digerebek BNN sudah dipastikan ilegal. "Sedangkan jumlah apotek di Solo ada sekitar 170. Kita pantau terus," pungkasnya.


(ALB)