34 Warga Demak Disandera di Papua

Mustholih    •    Senin, 13 Nov 2017 18:02 WIB
kelompok bersenjata di papua
34 Warga Demak Disandera di Papua
Ilustrasi/Metrotvnews.com-M Rizal

Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyoroti kasus penyanderaan 1.300 orang di Desa Kimbely dan Desa Bantil, Tembagapura, Papua, oleh kelompok kriminal bersenjata. Sebab, di antara warga yang disandera, 34 di antaranya ada warga asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

"Kita pantau terus, militer sedang bertindak. Kalau sudah posisi seperti itu militer yang maju," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Semarang, Jateng, Senin, 13 November 2017.

Ganjar menegaskan, Pemprov siap membantu hal-hal yang dibutuhkan warga Demak yang menjadi korban penyanderaan. "Kita pantau terus. Jika dibutuhkan dari Pemprov atau Pemkab akan kita sampaikan seperti waktu nelayan Kendal dulu," ujar Ganjar mengenang peristiwa penyanderaan nelayan Kendal pada September 2016 lalu.

Atas peristiwa penyanderaan di Papua, Ganjar menyatakan, sejauh ini Pemerintah Jawa Tengah belum menerima permintaan tebusan dari kelompok penyandera. "Belum ada. Tidak ada (tebusan)," tegas Ganjar.

Sebanyak 34 warga Demak, Jawa Tengah, turut menjadi sandera bersama seribuan lebih orang di Jayapura, Papua. Mereka dilarang beraktivitas atau bepergian dari Desa Kimbely dan Bantil termasuk untuk membeli bahan makanan.

Warga Demak yang turut disandera itu berasal dari Desa Kedondong, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.




(ALB)