Air Sumur dan Persawahan di Jepara Menghitam

Rhobi Shani    •    Rabu, 09 Aug 2017 13:41 WIB
pencemaran
Air Sumur dan Persawahan di Jepara Menghitam
Air Sungai Gede berubah warna menjadi hitam. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Air Sungai Gede di Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tak lagi bisa dimanfaatkan masyarakat setempat. Air sungai menghitam dan mengeluarkan bau tak sedap.
 
Subhan, warga Desa Karangrandu menyampaikan, perubahan kualitas air sungai diketahui dari sering ditemukannya ikan lele mati mendadak. Selain itu, kualitas dan pertumbuhan tanaman di area persawahan menurun.
 
“Air untuk mengairi sawah juga diambilkan dari aliran air sungai,” ujar Subhan, Rabu, 9 Agustus 2017.
 
Subhan bilang, perubahan warna air sungai dimulai sejak berdirinya pabrik di alur sungai tersebut. 
 
Warga Desa Karangrandu lainnya, Helmi menambahkan, selain mempengaruhi tanaman di area persawahan, sumur-sumur warga yang berada di alur sungai pun tercemar. Saat musim kemarau seperti saat ini, air sumur menjadi tak bisa dikonsumsi.
 
“Kalau hujan tidak hitam seperti ini, mungkin endapan-endapan terbawa arus sungai. Tapi kalau panas seperti sekarang, air sumur juga hitam, mungkin rembesan dari sungai,” kata Helmi.
 
Warga tak lagi memanfaatkan air sumur untuk dikonsumsi. Air sumur yang berbau hanya dimanfaatkan untuk mencuci. “Untuk minum dan masak beli air bersih,” kata Helmi.
 
Kepala Desa Karangrandu Syahlan mengaku sudah menyampaikan perubahan kualitas air itu kepada pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Lingkungan Hidup. Petugas dari DLH pun sudah diterjunkan meninjau lokasi. Namun, sampai saat ini permasalahan air itu belum ada solusi.
 
“Apa harus menunggu warga kami sakit baru bertindak mengatasi hal ini,” ucap Syahlan.
 
Syahlan menegaskan, air sungai Gede merupakan sumber penghidupan warga. Selain untuk mengairi sawah, air sungai juga dimanfaatkan untuk memberi minum hewan ternak.


(SAN)