Dampak #SaveRohingya, Borobudur Ditutup Terbatas

Mustholih    •    Rabu, 06 Sep 2017 15:46 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Dampak #SaveRohingya, Borobudur Ditutup Terbatas
Sejumlah turis asing berfoto bersama saat mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Foto: Antara/Maulana Surya

Metrotvnews.com, Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memutuskan menutup  Candi Borobudur untuk wisatawan pada Jumat, 8 September 2017. Kebijakan diambil setelah aksi #SaveRohingya heboh di media.

"Meski aksi di Candi Borobudur tidak jadi, tapi kita bersama TNI dan Polri tetap melakukan pengawasan. Ini juga sekaligus untuk pengamanan kunjungan Presiden pada Sabtu besok," kata Sekretaris Daerah Pemprov Jateng, Sri Puryono, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu 6 September 2017.

Wisatawan rombongan masih diperbolehkan berkunjung ke Borobudur. Alasannya, rombongan wisatawan biasanya sudah merencanakan kunjungan jauh-jauh hari sehingga tak bisa dibatalkan.

Sri Puryono juga telah memastikan aksi #SaveRohingya dipindah di Masjid An-Nur, Magelang. Aksi yang awalnya disebut bakal mengepung warisan budaya dunia tersebut dikemas dengan doa bersama dan penggalangan dana.

"Tidak ada demo atau orasi. Adanya salat bersama di Masjid An-Nur, Magelang," ujar Sri Puryono.

Masjid An-Nur memiliki daya tampung 1.500 orang. Dia juga yakin kegiatan di masjid tersebut tidak akan melenceng jauh dari aksi simpatik dan doa bersama.

(Baca: Aksi Bela Rohingya Dipindah ke Masjid An-Nur)

"Petugasnya pun dari takmir Masjid An-Nur, bukan orang luar yang memiliki kepentingan lain," tegas Sri Puryono.

Polda Jawa Tengah menaikkan status pengamanan di kawasan candi menjadi siaga satu. Pengamanan dari 2.500 personel Polri-TNI ini akan berlangsung Kamis (7/9) hingga Sabtu (9/9).

Seluruh personel gabungan ini bakal mengamankan Jawa Tengah. Terutama, Candi Borobudur yang sempat disebut menjadi tujuan aksi. Namun, Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang warga melakukan aksi bela Rohingya di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Tito telah memerintahkan Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Condro Kirono untuk melarang aksi tersebut.

(Klik juga: Kapolri Larang Aksi Bela Rohingya di Borobudur)

Aksi #SaveRohingya yang bakal diselenggarakan pada Jumat, 8 September 2017 itu diklaim bakal diikuti 200 organisasi massa. Aksi dimulai dengan salat berjemaah di masjid dekat Borobudur. Massa bakal longmars dan mengenakan pakaian bernuansa putih.

Munculnya larangan dari Polda Jateng juga langsung ditanggapi. Aksi pun diarahkan pindah ke dipindah ke Masjid An-Nur Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.


(SUR)