Songsong Abad Samudera Hindia jadi Visi Gubernur Yogya

Patricia Vicka    •    Rabu, 02 Aug 2017 19:09 WIB
yogyakarta
Songsong Abad Samudera Hindia jadi Visi Gubernur Yogya
Sri Sultan HB X memberikan paparan dalam rapat paripurna DPRD DIY, Rabu (2/8/2017). (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Rapat Paripurna DPRD DIY menetapkan kembali Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPA Sri Paduka Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2017- 2022.

Dalam paparan visi dan misi, Sultan akan berfokus meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di DIY bagian selatan. Visi ini dilatarbelakangi ketertinggalan dan kesenjangan pembangunan di wilayah itu. 

"Visi arah pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam lima tahun ke depan adalah Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia," ujar Sri Sultan di DPRD DIY Yogyakarta, Rabu, 2 Agustus 2017.

Sultan menyebut tingkat kemiskinan masyarakat di sepanjang pantai selatan masih tinggi. Jumlah penduduk miskin di DIY pada Maret 2017 mencapai 488 ribu jiwa atau sekitar 13,02 persen.

"Dari angka tersebut jumlah warga miskin di wilayah perdesaan sejumlah 16,11 persen, lebih besar daripada jumlah warga miskin di perkotaan yang sebesar 11,72 persen," kata Sultan.

Kesenjangan kesejahteraan antar-kabupaten juga terlihat dari sisi angka kemiskinan. Tiga Kabupaten di bagian selatan Yogyakarta memiliki tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan satu kabupaten dan kota di sisi utara DIY.

Tingkat kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo sebesar 20,64 persen, Kabupaten Bantul sebesar 15,89 persen, dan Gunungkidul 20,83 persen. Sementara Kabupaten Sleman 9,50 persen dan Kota Yogyakarta 8,67 persen.

"Fenomena ini yang memberikan latar belakang penting bagi Pemerintah DIY untuk menjalankan misi yang berfokus memberikan perhatian pada pembangunan wilayah bagian selatan Yogyakarta untuk menyongsong Abad Samudra Hindia," jelasnya.

Selain itu sejak dulu, Sultan juga akan menghidupkan kenbali budaya nenek moyang orang Jawa. Yakni, among tani, dagang, layar. 

Pemda DIY serta Kesultanan Ngayogyakarta akan mengunakan konsep pranatasima atau land sharing. Tanah kerajaan akan digunakan untuk membangun kesejahteraan rakyat dan menumbuhkan ekonomi negara.

Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Laksana mengatakan pelantikan keduanya kemungkinan akan dilakukan di Jakarta oleh Presiden Jokowi. Namun pihaknya akan meminta agar pelantikan dilakkan di Gedung Agung Yogyakarta seperti pada pelantikan tahun 2012.


(SAN)