Ojek Online Dilarang Mangkal di UIN Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Sabtu, 16 Sep 2017 14:09 WIB
taksi onlinetransportasi berbasis aplikasi
Ojek <i>Online</i> Dilarang Mangkal di UIN Yogyakarta
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Universitas Islam Negri Sunan (UIN) Kali Jaga Yogyakarta mengikuti langkah UGM melarang ojek berbasis aplikasi mangkal di sekitar kampus. Spanduk besar tertampang di beberapa titik dekat pintu gerbang kampus.

Spanduk bertuliskan “Mohon Maaf Semua Kendaran Ojek Online dan Lainnya Dilarang Mangkal di Area Pintu Masuk-Keluar Kampus” tampak tersebar.

Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga UIN Sunan Kalijaga, Zamakhsari, menyebut larangan tersebut untuk menertibkan seluruh angkutan berbasis aplikasi.

“Spanduk kami pasang sejak Kamis 14 September kemarin. Berlaku bukan hanya untuk ojek saja tapi untuk semua kendaraan,” ujarnya di Yogyakarta, Sabtu 16 September 2017.

Selama ini, pengemudi ojek online kerap sembarangan parkir dan mangkal dalam waktu lama. Ini menyebabkan lalu lintas kendaraan terutama saat jam pergi dan pulang kantor terganggu.

Pihak keamanan sudah berkali-kali menegur mereka. Namun semuanya membandel dan tetap mangkal seenaknya.

Namun larangan ini bukan berarti melarang angkutan online beroperasi di kampus UIN. Ojek atau taksi online masih boleh keluar-masuk UIN untuk mengantarkan pesanan atau mengangkut penumpang.

"Masih boleh selama tidak mangkal. Kami juga membolehkan driver mengangkut penumpang di depan kantor satpam,” tegasnya.

Setuju dengan larangan

Pelarangan ini sempat membuat mahasiswa UIN kebingungan. Salah seorang mahasiswa UIN, Aribah Jiah kaget dan gelisah begitu melihat spanduk tersebut. Apalagi, ia pelanggan setia ojek aplikasi.

“Nanti kalau enggak boleh masuk, aku harus bagaimana? Naik ojek online itu lebih hemat waktu dari pada naik TransJogja,”  tutur mahasiswa Fakultas Usuhuluddin dan Pemikiran Agama ini.

Begitu tahu pelarangan hanya untuk ngetem saja, ia sangat setuju. Parkir sembarangan di depan pintu masuk memang menganggu lalu lintas kendaraan.

Mahasiswa lainnya Ardi Syaiful juga mendukung larangan ngetem ini. Pasalnya pria yang sehari-hari mengendarai motor ke kampus ini kerap merasa terganggu dengan banyaknya ojek aplikasi yang “ngetem”.

“Kalau lagi mau pulang kampus sore-sore ngelewati pintu gerbang, padet dan tersendat karena banyak ojek online yang mangkal. Bagus larangan ini biar mereka ga sembarangan mangkal,” pungkas mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Arab dan Ilmu Budaya ini.


(SUR)