Soal Relokasi, PT KAI Yogya: Harus Berserah Diri pada Yang Mahakuasa

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 14 Aug 2017 14:08 WIB
pt kaiyogyakarta
Soal Relokasi, PT KAI Yogya: Harus Berserah Diri pada Yang Mahakuasa
Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Eko Budianto. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Warga di kampung Pengok, Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta menolak rencana pendataan aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VI Yogyakarta. Mereka memblokir jalan masuk kampung agar pendataan tak dilakukan. 

Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Eko Budianto meminta warga terbuka untuk proses pendataan aset perusahaan BUMN itu. Meski mendapat penolakan, pendataan bakal tetap dilakukan. 

"Pendataan tetap dilakukan. Yang berkenan didata, ya, didata. Yang tidak, ya sudah," kata Eko ditemui di Kantor Balai Yasa Yogyakarta pada Senin, 14 Agustus 2017. 

Menurutnya, pendataan aset hanya sebatas pencarian informasi aset yang ada dihunian warga. Menurut Eko, hal itu sebagai antisipasi apabila ada lembaga lain yang menanyakan berapa dan di mana saja aset PT KAI. 

"Sekarang ini murni pendataan. Antisipasi jika ada pertanyaan ke pimpinan (PT KAI) agar bisa menjawab detail. Aset PT KAI di mana saja, jumlahnya berapa. Jika ditanya BPK, KPK, harus tahu jawabannya pasti," ungkapnya. 

Meskipun mendata, Eko mengaku belum mengetahui rencana selanjutnya jika proses itu selesai, termasuk info terkait rencana pembangunan Depo dan Mess Masinis. Menurut dia, pendataan aset PT KAI Daop VI juga dilakukan disejumlah wilayah, tak hanya di kampung Pengok. 

"Pendataan tak perlu sosialisasi. Kayak ada pemilu, kita lakukan pendataan. Yang menghuni berapa jiwa dan lain-lain. Kita mendata semua," ujarnya. 

Perihal selesainya kerja sama PT KAI pada 1971, ia menilai tak bisa dipakai. Ia menilai, pendataan aset yang dilakukan merupakan rumah dinas PT KAI dan aset-aset sah PT KAI. Kalau masuk dalam tanah kesultanan atau Sultan Ground, kata dia, tetap harus diketahui PT KAI. 

"Kekhawatiran (relokasi) wajar. Relokasi belum tahu. Harus berserah diri kepada Yang Mahakuasa. Kalau yang kuasa menghendaki seperti ini, ya sudah," ucapnya.


(SAN)