Belasan Kios Pasar Pagi Kaliwungu Ludes Terbakar

Iswahyudi    •    Sabtu, 19 Aug 2017 22:04 WIB
kebakaran pasar
Belasan Kios Pasar Pagi Kaliwungu Ludes Terbakar
Pasar Pagi Kaliwungu, Kabupaten Kendal terbakar. (Foto: MTVN/Iswahyudi).

Metrotvnews.com, Kendal: Kebakaran hebat terjadi di Pasar Pagi Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Sabtu 19 Agustus 2017 sekira pukul 18.30 WIB. Kebakaran yang terjadi di lapak makanan ringan, pakaian dan penjual ikan itu membuat belasan kios pasar ludes terbakar.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, termasuk berapa kerugian yang dialami. Puluhan penjual di pasar tersebut pun panik dan menyelamatkan barang dagangan mereka.

Dua belas unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Namun api sulit dipadamkan lantaran petugas damkar kesulitan mencari sumber air di lokasi tersebut.

Posisi kios yang terbakar berada di tengah pasar, sehingga menyulitkan petugas untuk memadamkan api. Kebakaran itu menyebabkan arus lalu lintas tersendat dari barat dan timur. Puluhan kendaraan memadati jalan depan pasar untuk menyaksikan kebakaran tersebut.

Puluhan warga dan pedagang berusaha memadamkan api, sementara yang lain menyelamatkan barang dagangan mereka.


(Belasan kios Pasar Pagi Kaliwungu ludes terbakar. Foto: MTVN/Iswahyudi).

Sri Pujiati, salah satu pedagang mengaku tidak tahu asal sumber api. Namun menurutnya, api muncul setelah magrib.

"Ini baru yang pertama kalinya pasar terjadi kebakaran," tutur Sri sambil menyelematkan barang dagangannya.

Karji, saksi lainnya, mengatakan bahwa sumber api berasal dari kabel listrik di salah satu kios gerabah. kondisi angin kencang turut menyuburkan api. Apalagi sebagian besar bangunan kios pasar terbuat dari kayu.

"Saya tidak tahu berapa kios yang terbakar, mungkin lebih dari lima kios," kata karji. 

Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal, Subarso, mengaku mengerahkan 10 unit mobil pemadam. Sementara dua unit damkar lainnya berasal dari Kota Semarang.

Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting listrik. "Jumlah kerugian kami belum mengetahui secara pasti, sebab  sampai saat ini   api belum padam," pungkas Subarso.


(HUS)