LKY Ancam Seret Pengelola Biro Umrah Amanah ke Polisi

Patricia Vicka    •    Senin, 21 Aug 2017 13:24 WIB
ibadah umrahkemelut first travel
LKY Ancam Seret Pengelola Biro Umrah Amanah ke Polisi
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Dikadaniak)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Lembaga Konsumen Yogyakarta (LYK) masih terus berupaya membantu delapan warga menjadi korban penipuan biro umrah Amanah. LKY akan memanggil pengelola biro Amanah pekan ini. Jika tak ada solusi, LKY berencana melaporkan kasus ini ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sekretaris LKY, Dwi Priyono, mengatakan, pihaknya juga akan memanggil Kemenag Kanwil DIY. Mereka akan didudukkan bersama para korban penipuan untuk mencari solusi. "Kalau tidak menemukan solusi, bisa saja dibawa ke ranah hukum, " tutur Dwi melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Senin, 21 Agutus 2017.

Baca: Banyak Biro Umroh di Yogya Bermodal Izin Pariwisata

Pihaknya sudah berdiskusi dengan Polda DIY terkait kasus ini. Ia menjelaskan menurut pengakuan para korban, biro Amanah awalnya hanya perkumpulan pengajian yang berkantor di Kota Yogyakarta.

"Lalu pemiliknya mencoba menawari perjalanan umrah dengan biaya murah. Akhirnya jadi biro travel umrah. Kantornya setahu saya hanya di Yogyakarta saja," jelasnya.

Para korban ditipu dengan modus yang sama dengan biro umrah First Travel yakni umrah dengan harga murah dan bisa dicicil dalam waktu lama. Harga yang ditawarkan ke klien bervariasi sekitar Rp14-21 juta. Namun sampai sekarang para korban tak kunjung diberangkatkan.

Para korban sudah mencoba menuntut haknya. Pengelola Amanah pun pernah berjanji memberangkatkan korban setelah Ramadan. Adapula korban yang dijanjikan akan dikembalikan uangnya.

Baca: Muncul Korban Biro Umrah Mirip First Travel di Yogya

"Perjanjian itu dilakukan hitam di atas putih. Tapi sampai sekarang masih banyak yang belum berangkat dan uang tidak kembali," katanya.

Dwi menduga masih ada ratusan korban biro Amanah yang belum melapor. Mereka enggan melapor karena pasrah dan masih percaya pengelola biro akan memberangkatkan mereka. Ia mengimbau para korban untuk berani melaporkan kasus penipuan ini untuk mempermudah mencari solusi.


(SAN)