Balai TNGM Pantau Perkembangan Elang Jawa

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 19 Aug 2017 11:29 WIB
lingkungansatwa langka
Balai TNGM Pantau Perkembangan Elang Jawa
Ilustrasi: Burung Alap-alap yang dirawat di Wildlife Rescue Centre (WRC) Kulon Progo. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menyiapkan pemantauan perkembangan satwa yang berada di kawasan Gunung Merapi. Pemantauan ini untuk mengetahui kondisi satwa, salah satunya Elang Jawa yang perkembangannya begitu lambat. 

Pengendali Ekosistem Hutan TNGM, Dhani Suryawan menjelaskan, pemantauan nantinya akan melibatkan petugas TNGM hingga sejumlah kelompok masyarakat, seperti Paguyuban Pecinta Burung Jogja (PPBJ). "Pemantauan akan kami lakukan sekitar bulan September hingga Oktober mendatang," kata Dhani di Yogyakarta pada Sabtu, 19 Agustus 2017. 

Ia menjelaskan, pemantauan akan dilakukan serentak dari sejumlah sisi. Setidaknya, ada enam regu yang bakal diberi tugas memantau keberadaan dan kondisi satwa di Gunung Merapi. 

Catatan pada 2016, ada enam ekor Elang Jawa terpantau di lereng Gunung Merapi. Dari enam ekor itu, beberapa di antaranya masih remaja karena belum lancar saat terbang. 

"Elang Jawa ini salah satu satwa yang perkembangannya lambat. Tiap tahun satwa ini bertelur hanya sekali, dan itu pun jumlah telurnya hanya sebutir," ungkapnya.

Disamping Elang Jawa, TNGM juga bakal memantau keberadaan sejumlah satwa. Misalnya, elang hitam, elang brontok, bido, dan sikep madu. 

TNGM juga belum bisa memastikan keberadaan macan tutul di lereng Gunung Merapi, meskipun kamera trap juga sudah terpasang di sejumlah pohon. Di sisi lain, masyarakat desa sekitar sempat ada yang mengaku melihat sosok hewan mirip kucing berukuran besar. 

Dhani menambahkan, sempat pula ada temuan kaki hewan dengan diameter delapan sentimeter. "Tapi tetap belum bisa dipastikan itu jejak macan tutul atau hewan lain," ungkapnya. 


(ALB)