Anggotanya Diincar, Polres Jepara Ketatkan Pengamanan

Rhobi Shani    •    Selasa, 15 May 2018 10:24 WIB
terorisme
Anggotanya Diincar, Polres Jepara Ketatkan Pengamanan
ilustrasi-medcom.id

Jepara: Setelah teror bom di Surabaya, Jawa Timur, sejak Minggu 13 Mei hingga Senin 14 Senin 2018. Jajaran kepolisian Polres Jepara, Jawa Tengah, mengetatkan pengamanan. Pasalnya, sejumlah anggota polres diduga tengah diincar. 

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho meminta doa untuk keselataman anggotanya yang bertugas. "Informasi mentah dari intelijen ada empat anggota kami yang beberapa hari ini sering difoto orang tak dikenal saat bertugas," ujar usai doa bersama di masjid Mapolres Jepara, Senin malam, 14 Mei 2018.

Yudi mengatakan, kekhawatiran muncul lantaran sebanyak 500 eks jihadis ISIS dari Suriah telah kembali ke Indonesia dan menyebar. 

“Kita tidak tahu kapam dan dimana mereka akan melakukannya. Karena mereak tersebar di suluruh wilayah Indonesia kecuali Papua dan NTT,” ujar Yudi 

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya hanya memetakan dan mengidentifikasi siapa yang berpotensi melakukan aksi teror. Karena, Undang-undang Terorisme tidak mengatur kewenangan polisi untuk menindak. 

"Itu seperti mengisolasi, dan menahan tanpa batas waktu potensi-potensi pelaku teror. Kami sebagai aparat kepolisian sudah dijuluki thoghut. Sehingga apa yang kami sampaikan sudah tidak dianggap,” tandas Yudi.

Dalam doa bersama itu turut hadir Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol Fachrudi Hidayat, Rois Syuriah PCNU Jepara KH. Ubidilah Noor Umar, dan Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH. Hayatun Nufus Abdullah Khandiq. Serta perwakilan pengurus masjid se-Kabupaten Jepara.

Rois Syuriah PCNU Jepara, KH. Ubidilah Noor Umar menyampaikan, dalam menciptakan kondusifitas dan melakukan pemetaan aktivitas radikal di masyarakat, Polisi dan TNI harus melibatkan kelompok masyarakat. 

“Contoh di Donorojo, satu petugas Babinkantibmas dua desa, terus cara berpatrolinya seperti apa. TNI dan Polri harus ada ikatan dengan Banser dan Pemuda Muhammadiyah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan,” tandas Ubidilah.   


(LDS)