UGM Tetap Relokasi Kantin Bonbin ke Pujalele

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 11 Apr 2016 18:02 WIB
penertiban
UGM Tetap Relokasi Kantin Bonbin ke Pujalele
Protes rencana relokasi Kantin Bonbin UGM. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pengelola aset kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tetap akan merelokasi para pedagang Kantin Bonbin ke Pusat Jajanan Lembah (Pujale). Rencana relokasi ke sisi timur kampus tersebut telah disampaikan ke pedagang Kantin Bonbin saat melakukan pertemuan di Kampus Pusat UGM.

Juru bicara UGM, Iva Ariani mengatakan, pedagang di Pujalele juga sudah tahu rencana relokasi. Nantinya, Pujale akan menjadi tempat berjualan para pedagang dari Pujale bersama pedagang dari Kantin Bonbin.

"Pengelola aset UGM sudah menjelaskan tentang penataan di lokasi Pujale yang akan ditempati oleh pedagang dari Pujale dan (Kantin) Bonbin," kata Iva kepada Metrotvnews.com, Senin (11/4/2016).

Iva mengatakan pertemuan antara pengelola aset UGM bersama pedagang Kantin Bonbin dan Pujale berjalan baik. Dalam pertemuan itu, menurut Iva, juga disampaikan penataan Pujale sebelum ditempati para pedagang.

"Sehingga (Pujale) akan didesain ulang, untuk semua pedagang menghadap ke barat dan setelah itu akan dilakukan pendampingan pengelolaan manajemen kantin," ujar Iva.

Pedagang Kantin Bonbin, Widodo menyatakan tetap menolak terhadap rencana relokasi itu. Meski pihak kampus sudah menyampaikan relokasi, para pedagang Kantin Bonbin yang berjumlah 12 orang akan lebih dulu melakukan pertemuan.

"Sampai hari ini kami masih tetap menolak (relokasi). Mahasiswa juga tak mau Kantin Bonbin direlokasi, tapi bersedia kalau direnovasi," kata Widodo.

Wacana relokasi Kantin Bonbin UGM yang berlokasi di antara Fakultas Psikologi, Ilmu Budaya, Ekonomika dan Bisnis, serta Fakultas Filsafat UGM ini, muncul sejak sosialisasi September 2015. Namun, para pedagang mengaku belum pernah diajak pihak kampus berdialog, kecuali saat awal sosialisasi.

Dalam perkembangannya, pedagang Kantin Bonbin mendapat surat peringatan pertama dari UGM pada Rabu, 6 April. Mereka diminta mengosongkan lokasi berjualan.


(SAN)