Pedagang Selter Sriwedari: Pemkot Solo Cuma Janji

Pythag Kurniati    •    Kamis, 13 Jul 2017 12:23 WIB
penyegelan
Pedagang Selter Sriwedari: Pemkot Solo Cuma Janji
Suasana Selter Sriwedari usai beberapa kios disegel Pemkot Solo, Jateng. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Sebanyak 35 kios yang ditinggalkan pedagang disegel Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, kemarin. Pedagang menuding Pemkot hanya mengumbar janji.

"Pemerintah hanya janji-janji saja. Tidak ada realisasinya," ujar Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Selter Sriwedari, Buyeng Hartawan, Kamis, 13 Juli 2017. (Baca: Pemkot Solo Segel 35 Kios di Selter Sriwedari)

Ia menuturkan, PKL di kawasan City Walk Jalan Slamet Riyadi dipindahkan sejak April 2016. Pemkot Solo membangunkan sebuah lokasi berjualan berupa selter yang berisi 60 kios berukuran 2,5 x 3 meter. Pedagang mulai menempati kios Selter Sriwedari sekitar November 2016.

Namun, pedagang mengaku rugi di lokasi baru itu. Lantarannya, kawasan Selter Sriwedari sepi pengunjung. "Kerugian kami macam-macam. Mulai Rp5-9 juta," terang dia.

Dibanding lokasi sebelumnya, Buyeng melanjutkan, terjadi penurunan pendapatan hingga lebih dari 50 persen. "Dulu penghasilan bersih sehari bisa mencapai Rp150 ribu. Sejak berjualan di selter sepi, kadang sehari tidak laku sama sekali," urainya.

Saat itu, perwakilan pedagang mengaku telah menyampaikan keluhan ke pemerintah. Oleh Pemkot, pedagang diminta bersabar.

Pemkot Solo, lanjut dia, juga memberikan janji kepada pedagang. "Misalnya akan segera membuka Museum Keris dan mempromosikan kawasan, hingga hari ini hanya sekedar janji," katanya.

Buyeng pun menjadi salah satu dari 35 PKL yang memutuskan meninggalkan Selter Sriwedari. "Kalau sekarang kios disegel ya silakan saja. Kami sudah terlalu menderita," ujar dia.

Terpisah, salah seorang pedagang yang memutuskan tetap berjualan di Selter Sriwedari, Agus membenarkan bahwa kawasan Selter Sriwedari memang lebih sepi dibandingkan tempat jualan sebelumnya. "Tapi saya tetap berjualan di sini," katanya.

Agus mengatakan ada hari-hari tertentu kawasan Sriwedari ramai pengunjung. "Saat acara Bursa Mobil setiap hari Minggu, lumayan ramai. Makanya saya mencoba bertahan," pungkas dia.


(SAN)