Tempat Pemutihan Bawang dengan Peroksida dan Kaporit Digerebek

Antara    •    Jumat, 16 Jun 2017 17:44 WIB
bawang
Tempat Pemutihan Bawang dengan Peroksida dan Kaporit Digerebek
Ilustrasi: Petugas BPOM menguji sejumlah sampel makanan dan minuman jajanan berbuka puasa. (Ant/Muhammad Hamzah)

Metrotvnews.com, Temanggung: Satuan Tugas Mafia Pangan Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah menggerebek tempat pemutihan bawang putih dengan zat kimia di Desa Gejagan, Kecamatan Ngadirejo, Jumat, 16 Juni 2017. Polisi menangkap Sutikno, selaku pemilik usaha ilegal itu. 

Penggerebekan yang dipimpin langsung Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo juga menyita ratusan kilogram bawang putih siap edar. Polisi juga menemukan kaporit, hydro

Selain itu diamankan pula zat kimia berupa kaporit, hidrogen peroksida berkadar 50 persen, cairan pencuci piring, dan mesin 'molen' rakitan yang digunakan untuk mencampur.

"Tersangka tengah memproses bawang putih dengan cairan kimia di rumahnya saat digerebek," ujar Maesa.

Maesa mengatakan, tersangka mendatangkan bawang putih bersiung tunggal dari importir di Surabaya, Jawa Timur. Kondisi bawang asal Tiongkok itu kusam dan hanya laku Rp35 ribu per kilogram di pasaran. Tersangka kemudian memutihkannya agar harga jual naik dua hingga tiga kali lipat.

"Warna kulit bawang menjadi putih dan menarik konsumen. Cara ini selain merugikan konsumen juga petani bawang putih lokal," tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi mengatakan industri rumahan itu beroperasi dalam satu tahun terakhir. Hasilnya dijual ke Pasar Bringharjo, Yogyakarta.

Sutikno mengaku tiap bulan mendapat dua kali pasokan dengan sekali pasok sekitar 100 kilogram. Setelah diproses, dikirim ke pasar Beringharjo dengan keuntungan sekitar Rp1,5 juta sekali memasok.

Tersangka dijerat Pasal 126 Undang-undang 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Bawang putih tengah diuji di laboratorium.


(SAN)