Karangwaru, Tetap Bersih dan Rapi meski Terbelah Sungai

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 15 Nov 2016 15:49 WIB
tata kota
Karangwaru, Tetap Bersih dan Rapi meski Terbelah Sungai
Rombongan menteri saat mengunjungi Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta, Selasa (15/11/2016). (Foto-foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kawasan perkotaan kerap identik dengan hal yang kumuh dan terkesan tak rapi. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku untuk Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo.

Berada di Kota Yogyakarta dan dibelah Sungai Buntung, kelurahan tersebut justru mendapat sebutan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Pimpinan Kolektif Badan Keswadayaan Masyarakat Tridaya Waru Mandiri, Subandono, menerangkan, pihaknya harus melalui proses panjang untuk menjadikan Karangwaru menjadi lokasi yang bersih dan layak huni. Sebab, kawasan tersebut semula sangat kumuh dan terdapat banyak sampah.

"Sungai Buntung ini dulu menjadi tempat sampah terpanjang," kata Subandono kepada Metrotvnews.com, Selasa (15/11/2016).

Baca: Para Menteri Takjub dengan Kota Tanpa Kumuh Yogya

Pada 2009, Subandono bersama warga dan sejumlah elemen bersepakat menata kawasan pinggiran Sungai Buntung itu. Setahun pertama, mereka melakukan sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat agar pemikiran hidup bersih dan sehat bisa ditanamkan.


Sungai Buntung yang membelah permukiman di Kelurahan Karangwaru, Yogyakarta.

Setelah proses tersebut, mereka perlahan melakukan pembersihan dan penataan. Misalnya, pembangunan talut, pembangunan jalan pinggir sungai, hingga memperbaiki 100 rumah tak layak huni.

"Kami mengajukan bantuan dari pemerintah. Semula kami ajukan Rp29,7 miliar, dan turun Rp12 miliar," ungkapnya.

Kini, hampir enam tahun berlalu, kawasan Kelurahan Karangwaru terlihat bersih dan rapi. Kata Subandono, air sungai yang semula banyak sampah, sekarang sudah bersih. Permukiman warga di pinggir sungai juga sudah tertata rapi, termasuk disertai dengan penghijauan.

Selain itu, warga Karangwaru juga telah mempunyai tempat pertemuan di ruang terbuka. Lokasi itu berdekatan dengan bangunan yang mereka sebut, Omah Sinau Masyarakat.

"Jalan (pinggir) sungai kini sudah bagus sepanjang 500 meter. Bisa untuk lewat kendaraan bermotor. Banyak masyarakat yang merelakan lahannya untuk jalan, ada yang 70 sentimeter, ada yang satu meter," ujar Subandono.

Ia menambahkan, 70 KK yang sebelumnya rentan banjir di musim hujan, kini sudah aman dari ancaman banjir. Subandono mengaku masih akan terus mengupayakan perbaikan kawasan Kelurahan Karangwaru.

"Targetnya, jalan sungai ditambah hingga jarak dua kilometer. Juga memperbaiki sejunlah titik yang belum tertata," kata dia.


Ki-ka: Mendes Eko Putro Sandjojo, Menkes Nila Faried Moeloek, Menko PMK Puan Maharani, Menteri PU-PR Basuki Hadi Moeljono.

Kampung ini juga menarik perhatian menteri dari Kabinet Kerja. Menteri Kesehatan, Nila Faried Moeloek; Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Moeljono; Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani; dan Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo, meninjau kampung ini.


(SAN)