1.720 Personel Siaga di Simpul Solo-Jakarta

Pythag Kurniati    •    Senin, 28 Nov 2016 10:11 WIB
unjuk rasa
1.720 Personel Siaga di Simpul Solo-Jakarta
Personel TNI AD mengikuti Apel Kebhinekaan di Stadion Manahan, Solo, Jateng, Senin (28/11/2016). Apel diikuti personel gabungan dari TNI, Polri, dan Senkom. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Menjelang aksi 2 Desember 2016, kekuatan personel pengamanan di Kota Solo diterjunkan. Sebanyak 1.720 personel yang terdiri dari Polri, Senkom, Brimob, TNI AU, Grup 2 Kopassus akan melakukan pengamanan serta penyekatan dengan strategi bottleneck.

Kapolresta Solo Kombes Ahmad Lutfi mengungkapkan ribuan personel tersebut akan ditempatkan di beberapa titik potensi dilalui massa yang bergerak menuju Jakarta.

“Kami menggunakan taktik bottlenecking dengan mengutamakan kawasan eks karisidenan Surakarta,” ungkapnya, usai memimpin apel konsolidasi dalam rangka mengawal kebhinekaan di Stadion Manahan, Kota Solo, Senin (28/11/2016).

Baca: Unjuk Rasa 2 Desember jangan Bikin Kacau

Namun, Kapolres enggan merinci kawasan mana saja yang mendapat pengamanan khusus. “Yang jelas titik-titik yang mungkin dilalui jika akan menuju Jakarta,” kata dia.

Massa yang kedapatan berangkat menuju Ibukota, lanjutnya, akan dicegah dan diminta untuk kembali. “Hal tersebut sejalan dengan Maklumat Kapolda Jawa Tengah untuk menyampaikan pendapat di kabupaten dan kota masing-masing,” papar Kapolres.

Ia meyakini penyekatan tidak akan berpotensi konflik lantaran sebelumnya polres telah melakukan mediasi dan sosialisasi ke sejumlah ormas di Kota Solo.

“Kita telah lakukan pendekatan pada tokoh masyarakat serta sosialisasi untuk memberikan rasa sejuk,” kata dia.

Luthi menuturkan Polresta Solo memberikan fasilitas untuk menyampaikan pendapat di Kota Solo. “Bisa di kawasan Gladag maupun di Mapolresta,” ujar dia.

Baca: Rizieq Pastikan Aksi 2 Desember Bukan Makar

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono mengeluarkan maklumat bernomor Mak/01/XI/2016 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum. Dalam maklumatnya, Condro Kirono meminta masyarakat berpegang pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 dalam menyampaikan aspirasi.

Maklumat yang dikeluarkan 25 November 2016 tersebut antara lain berisi penyampaian aspirasi di daerah masing-masing, larangan membawa senjata saat berunjuk rasa serta proses penyampaian pendapat wajib menghormati hak-hak dan mematuhi hukum.



Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengungkapkan masyarakat Kota Solo tidak perlu merasa resah menjalang aksi '212'. “Polri dan TNI sudah memberikan jaminan keamanan,” ujar dia.

Rudy juga mengimbau warga Kota Solo tidak perlu berangkat ke Jakarta saat aksi ‘212. “Sampaikan di sini saja. Nanti kami tetap akan meneruskan aspirasinya ke orang-orang yang bersangkutan,” tutup dia.


(SAN)