Ratusan Hektare Lahan Cabai di Pekalongan Gagal Panen

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 21 Nov 2016 18:07 WIB
cuaca ekstrem
Ratusan Hektare Lahan Cabai di Pekalongan Gagal Panen
Tanaman cabai milik petani di Kasesi, Pekalongan, Jateng rusak akibat cuaca ekstrem. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Cuaca ekstrem dengan curah hujan yang sangat tinggi membuat ratusan hektare lahan tanaman cabai di Desa/Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, rusak dan gagal panen.

Salah satu petani, Mundiyah, mengatakan, rusaknya tanaman cabai miliknya ini dikarenakan tingginya curah hujan dalam sebulan terakhir. Kondisi diperparah dengan munculnya hama patek dan hama kuning.

Baca: Selain Banjir dan Longsor, Warga Diminta Waspadai Sambaran Petir

“Tanaman cabai yang terserang hama akan layu, batang pohonnya mengering, sehingga cabai rontok,” katanya, Senin (21/11/2016).

Cabai yang terserang hama ini masih bisa diselamatkan walaupun hasilnya tidak maksimal. Karenanya, penghasilan petani turun drastis.

Pada musim panen sebelumnya, lahan seluas 6 hektar mampu mengahasilkan 6 ton cabai. Musim panen kali ini hanya bisa menghasilkan 1,5 ton. "Itupun kualitasnya tidak sebagus saat panen di musim kemarau,” ujarnya.

Sementara itu meskipun di tingkat petani saat ini harga cabai mengalami kenaikan hingga Rp 35 ribu/kg, namun para petani mengaku tida k menikmatinya. Petani justru merugi karena mahalnya biaya perawatan.

Baca: BPBD Sarankan Warga Tanam Jati dan Sengon Tangkal Banjir

“Normalnya, tanaman disemprot obat-obatan itu seminggu sekali. Nah, saat ini harus dua hari sekali agar tanaman tidak mati,” ungkapnya.

Petani cabai di Kesesi hanya bisa pasrah. Untuk mencegah kerugian lebih besar, para petani memanen dini.


(SAN)