Keluarga dan UGM Kehilangan Tony Prasetiantono

Patricia Vicka    •    Kamis, 17 Jan 2019 16:29 WIB
obituari
Keluarga dan UGM Kehilangan Tony Prasetiantono
Tante almarhum, Guritno Mangkusubroto di rumah duka di Perumahan Pesona Merapi J7& J8, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis, 17 Januari 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka.

Sleman: Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah berduka atas meninggalnya Ekonom Senior Tony Prasetiantono. Semasa hidup, Tony dikenal sebagi sosok yang humoris, baik hati, dan sabar.

Tante almarhum, Guritno Mangkusubroto mengatakan, Tony adalah sosok yang easy going, ramah dan suka bercanda. Kehadiran Tony selalu mencairkan suasana.

"Dia suka guyon (bercanda). Mengeluarkan komentar-komentar yang membuat orang tertawa," kata Guritno di rumah duka di Perumahan Pesona Merapi J7& J8, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis, 17 Januari 2019.

Guritno menjelaskan, sejak kecil Tony sudah menunjukkan kecerdasannya. Si bungsu dari dua bersaudara pasangan Pratiwo Harjosunjoyo dengan Mamiek Pratiwo
ini suka dengan pelajaran matematika dan hitung-hitungan.

Tony selalu meraih nilai tinggi untuk pelajaran hitung-hitungan. "Dari kecil sudah kelihatan pintar aljabar. Anaknya berprestasi juga disekolah," kenang Guritno.

Tak heran Tony berhasil menyabet predikat cum laude saat lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada 1986. Selepas lulus kuliah, Ia mengabdikan diri mengajar sebagai dosen di UGM sembari mengejar gelar pendidikan lainnya. Saat ini selain sebagai dosen, Tony juga menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM.

Kecerdasannya juga diiringi dengan sikap ulet dan rajin. Guritno menambahkan Tony terkenal sebagai pekerja keras. Waktunya banyak ia habiskan untuk bekerja dan meneliti. Karena kesibukannya, Guritno yang tinggal satu kecamatan jarang bertemu dengan Tony.

Tak hanya cerdas dan humoris, Tony juga dikenal memiliki jiwa seni yang tinggi. Selama berkarir di UGM, Ia merupakan salah satu promotor kegiatan konser musik Jazz UGM dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala humas dan protokoler UGM Iva Aryani mengatakan, kegiatan musik jazz di UGM seolah tidak bisa terlaksana tanpa campurtangan tangan dingin Tony.

"Beliau mampu menghadirkan musisi jazz nasional dan internasional," kata Iva.

Kepergian Tony yang mendadak, lanjut Iva membuat UGM sangat kehilangan. "Kita semua tahu Pak Tony memiliki kontribusi yang luar biasa untuk UGM. Kami semua mohon doanya agar pak Tony mendapat tempat terbaik di sisinya," pungkas Iva.


(DEN)