Industri Kuliner Perlu Dukungan Akademisi

Patricia Vicka    •    Rabu, 04 Oct 2017 17:25 WIB
industri kreatif
Industri Kuliner Perlu Dukungan Akademisi
Peserta Bekraf Creative Lab (BCL): Indonesia Culinary Conference & Creative Expo tengah membawa makanan khas Indonesia. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pengembangan usaha kreatif Indonesia perlu didukung oleh akademisi dan Perguruan Tinggi. Pasalnya, kampus akan menjadi salah satu pilar pengembangan ekonomi kreatif.

"Karena kami tidak bisa mengusahakan ini semua sendiri. Inilah alasan kami hadir di kampus ini," ujar Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif, Mesdin Cornelis Simarmata, seperti keterangan pers yang diterima, Rabu 4 Oktober 2017.

Pelaku industri kreatif perlu mensinergikan unsur kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi. Mereka juga harus melibatkan pihak bisnis, komunitas, pemerintah dan media.

Tak terkecuali industri kreatif makanan. Subsektor kuliner saat ini mempunyai kontribusi terbesar pada PDB Ekonomi Kreatif di Indonesia.

Tak tanggung-tangguung, kuliner menyumbar sebesar 41,69 % PDB Indonesia. Namun, nilai ekspor produk kuliner Nusantara justru hanya 6%. Hal ini ditambah miris rendahnya keterlibatan pelaku kuliner pada asosiasi, hanya 13,32%.

Untuk itu, Pameran Kuliner Indonesia bertajuk "Bekraf Creative Lab (BCL): Indonesia Culinary Conference & Creative Expo" yang digelar kerjasama antara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan Universitas Gadjah Mada diharap jadi pemicu.

Kegiatan serupa diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor untuk komoditas kuliner dan meningkatkan keanggotaan pelaku kuliner pada asosiasi.

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan hal yang senada. Pelestarian kuliner asli dan unggulan Indonesia, kata dia, wajib dilakukan dan dikembangkan sebagai salah satu upaya untuk mendukung perekonomian nasional.

"Industri kreatif kuliner memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu sekitar 30% dari total pendapatan sektor pariwisata. Kami mendukung dan memperjuangkan agar produk-produk lokal mempunyai pasar yang baik," pungkas Panut.

Dalam acara ini ditampilkan parade 34 set menu kuliner unggulan dari 34 propinsi di Indonesia. Ada pula Seminar yang mengupas pembuatan makanan kuliner seperti Soto dan Kopi. Selama acara puluhan stand makanan nusantara baik yang mneyajikan menu kekinian dan kekunoan turut meramaikan perut para peserta.


(SUR)