Ratusan Rumah di Karimunjawa Terendam Banjir

Rhobi Shani    •    Jumat, 01 Dec 2017 11:28 WIB
banjircuaca ekstrem
Ratusan Rumah di Karimunjawa Terendam Banjir
Ombak membawa material sampah di Kelurahaan Demaan

Jepara: Ratusan rumah di kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terendam air laut. Itu akibat naiknya air laut karena gelombang dan kencangnya angin yang berembus. Air yang merendam pemukiman mencapai 40 sentimeter.
 
Warga Karimunjawa, Fadmawati menyampaikan, hujan disertai angin terjadi pada Kamis malam, 30 November 2017. Hingga Jumat dini hari, angin berembus kencang.
 
“Tiba-tiba air laut naik ke permukiman dan masuk ke rumah-rumah warga. Kejadiannya sekitar pukul 03.00,” ujar Fadmawati, Jumat 1 Desember 2017.
 
Fadmawati menambahkan, mengetahui air naik ke permukiman warga langsung menyelamatkan diri mencari tempat untuk mengungsi. Warga tak sempat membawa barang-barang berharga miliknya.
 
“Air mulai surut pagi ini. Warga langsung membersihkan rumah dan sampah-sampah yang terbawa air laut,” kata Fadmawati.
 

Perahu terbawa ombak hingga ke darat di Karimunjawa. Medcom/Rhobi

Warga lainnya, Kiki menambahkan, air laut merendam rumah warga di empat RT. Yaitu mulai RT 1 hingga 4 RW 3 Desa Karimunjawa. Jumlah rumah yang terendam mencapai ratusan.
 
“Rumah rusak ringan cukup banyak. Air laut naik sampai merendam rumah-rumah warga baru kali ini,” ungkap Kiki.
 
Selain di Karimunjawa, tingginya gelombang laut juga menerjang permukiman di wilayah daratan Jepara. Seperti di kawasan pantai Sekembu, Kelurahan Ujungbatu, Kelurahan Demaan, dan kawasan Pantai Telukawur. Sejumlah bangunan rumah warga dan gazebo rusak disapu ombak.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Lulus Suprayetno mengungkapkan, akibat terjangan gelombang laut, enam rumah warga di kawasan pantai roboh. Empat rumah roboh di Kelurahan Demaan. Dua rumah roboh di Kelurahan Ujungbatu.
 
“Jumlah kerugian materiil masih kami hitung. Sementara kami himbau kepada warga yang tinggal di wilayah pesisir pantau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman karena melihat kondisi cuaca yang seperti ini,” kata Lulus.       
(ALB)