Gelombang Laut Tinggi

Wisatawan Dilarang Berenang di Pantai Selatan

Patricia Vicka    •    Jumat, 24 Nov 2017 19:49 WIB
cuaca ekstrem
Wisatawan Dilarang Berenang di Pantai Selatan
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Yogyakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi tinggi ombak di Laut meningkat sepekan ke depan. Wisatawan diimbau tidak berenang di Pantai Selatan untuk sementara waktu.

Tinggi gelombang di Laut Selatan diprediksi mencapai 2,5-3 meter selama tiga hingga lima hari ke depan.  “Kalau sekarang masih normal 1- 2 meter. Tapi besok-besok perlu diwaspadai wisatawan,” ujar  Kepala Kelompok Operational Stasiun Klimatologi BMKG DIY Joko Budiyanto melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Jumat 24 November 2017.

Wisatawan diminta untuk mematuhi papan larangan yang sudah dipasang di sekitar pantai. Misalnya larangan untuk mandi, bermain selancar (surfing) dan menyelam (snorkeling).

Peningkatan tinggi gelombang laut terjadi akibat adanya tekanan rendah di wilayah Jawa Timur. Akibat tekanan rendah tersebut, aliran angin di seluruh laut dan daratan pulau Jawa menjadi kencang.

“Angin kencang di laut membuat ombak jadi tinggi. Juga memunculkan awan cumulonimbus yang menyebabkan hujan lebat di laut maupun di darat,” papar dia.

Nelayan juga diimbau untuk waspada dan selalu memantau perubahan cuaca sebelum melaut. Jika menemukan awan cumulonimbus, nelayan disarankan berhenti menangkap ikan sementara.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY, Danang Syamsu mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan tim SAR untuk mengantisipasi bencana dilaut. Setidaknya ada 315 tim SAR yang piket bergantian mengawasi keadaan laut selatan.

“Mereka masih dibantu ribuan relawan. Biasanya kalau ombak tinggi ada beberapa wisatawan yang terseret ombak. Petugas dan relawan akan berjaga bergantian untuk menyelamatkan pengunjung,” katanya.


(SUR)